Begini Reaksi Guru dan Siswa di Gowa Soal 5 Hari Belajar

Gowa,Rewako.Id – Kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang menerapkan lima hari belajar di tingat SMA, SMK dan SLB mendapat respon positif dari pihak sekolah di Gowa. Salah satu sekolah yang menyambut antusias pemberlakuan lima hari belajar yakni, SMKN 4 Gowa.

“Kami sangat merespon positif dibelakukannya lima hari belajar di sekolah,” kata Kepala SMKN 4 Gowa, Drs H Kamaruddin MPd, ketika ditemui di ruang kerjanya, pada Rabu (13/2/2019).

Kamaruddin mengatakan, libur Sabtu-Minggu ini juga bisa dimanfaatkan oleh siswa dan guru untuk kegiatan ekstra kurikuler. Disamping itu, para guru juga lebih banyak waktu digunakan bersama keluarganya.

Penerapan sistem lima hari belajar ini, sangat memberi dampak positif kepada perkembangan anak sebagai pelajar, dan keluarga, terutama orangtua dari pelajar.

Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud Ari Santoso menjelaskan, kebijakan itu bisa langsung diterapkan hanya untuk sekolah yang dianggap siap sesuai dengan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

“(Tetapi) Tidak ada paksaan bagi satuan pendidikan untuk melaksanakan pada tahun ajaran baru 2017/2018. Sesuai dengan Pasal 9, dapat dilakukan secara bertahap,” kata Ari.

Kebijakan Sekolah Lima Hari) Ari menuturkan, aturan tentang hari sekolah tersebut merupakan hal teknis yang dapat dipilih satuan pendidikan, dengan mempertimbangkan kemampuan dan ketersediaan sumber dayanya. Dia pun meminta masyarakat tidak terjebak pada perdebatan tentang lima atau enam hari, namun kembali pada semangat penguatan karakter melalui program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

“Saat ini sudah ada sekolah-sekolah percontohan yang menerapkan PPK di berbagai wilayah di Indonesia, mereka melaksanakan kegiatan lima hari di sekolah,”ujarnya.

“Hari Sabtu dan Minggu, bisa digunakan menjadi hari keluarga. Dengan demikian, pertemuan anak dan orang tua menjadi lebih berkualitas,” kata dia lagi.

Selain itu, Ari juga meluruskan pandangan “Sekolah Lima Hari” yang dianggap sama dengan full day school. Ari menegaskan, lima hari sekolah bukan berarti siswa harus belajar di dalam kelas terus-menerus.

Akan tetapi, ada beragam aktivitas belajar yang dilakukan dengan bimbingan dan pembinaan guru. Sekolah Lima Hari Kontras dengan Revolusi Mental) Beragam kegiatan yang dapat dilakukan misalnya, mengaji, pramuka, atau palang merah remaja.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *