BNK Bulukumba Gelar Rakor, Pelaku Narkoba Mayoritas Berpendidikan Rendah

BULUKUMBA,REWAKO.ID – Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bulukumba mengungkapkan, pelaku narkoba di daerah ini mayoritas berpendidikan rendah. Hal itu diungkapkan dalam rapat koordinasi dengan mengundang para stakeholder digelar di ruang rapat Wakil Bupati Bupati, Kamis (18 /7/2019).

Selain itu, rapat yang dipimpin Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto, juga membahas terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika.

Terkait hal itu, Tomy Satria Yulianto memintah Bagian Hukum dan Bagian Kesra untuk mengkaji posisi Permendagri tersebut. Sebab, permendagri ini mensyaratkan terbentuknya tim terpadu. Sedangkan kausul pembentukan tim dinilai tumpang tindih dengan keberadaan dan peran BNK Bulukumba selama ini.

“Saya meminta aturan baru ini dikaji, jangan sampai tim yang dibentuk berdasarkan permendagri itu justru menganulir peran BNK Bulukumba,” pintanya.

Wabup berharap, tugas tersebut tidak hanya  dibebankan kepada BNK, namun semua OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, RSUD dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga harus mengambil peran sesuai tupoksi masing-masing.

“Jangan mengandalkan program kegiatan itu ditanggulangi semua oleh dana hibah Rp.100 juta kepada BNK. Saya kira itu tidak cukup,” tukas Tomy Satria.

Agar program penanggulangan narkoba bisa terintegrasi, Tomy meminta Sekretariat BNK mengidentifikasi semua program di OPD maupun program di organisasi non pemerintah. “Terserah darimana sumber dananya, yang penting seluruh kegiatan penanggulangan narkoba dapat kita monitor bersama,” katanya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Bulukumba AKP Aris Sumarsono mengungkapkan, pelaku narkoba yang masih kategori di bawah umur rata-rata berasal dari keluarga broken home. Ada juga yang hanya tinggal bersama neneknya karena orang tuanya merantau.

“Saat dilakukan aksi pemberantasan narkoba, terkdang warga kurang merespon. Malah justru terkesan berperan menyembunyikan pelaku agar tidak ditangkap. Dan pelaku narkoba rata-rata tingkat pendidikannya rendah,” tandasnya. (Asmaun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *