Bupati Ubah Malino Jadi Destinasi Wisata Nasional

Gowa,Rewako.id – Malino kian berbenah. Sejumlah berubahan tengah dibangun oleh Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan YL. Mulai dari penataan hutan pinus Malino, pembuatan pedistrian di Jl Sultan Hasanuddin serta pembangunan jalan beton di Jl Endang, Kota Malino.

Kegiatan pembangunan Kota Malino di Kecamatan Tinggimoncong ini memang menjadi fokus pada 2018 lalu, menyongsong kota Malino sebagai kota destinasi wisata nasional. Ini terus diseriusi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa selama dua tahun terakhir. Dan kini akan memasuki tahun ketiga persyaratan agar Malino menjadi destinasi wisata nasional.

Karena fokus terhadap pembangunan infrastruktur di kota bunga Malino ini, membuat Bupati Adnan tak mau sedikitpun lengah memperhatikan derap pembangunan di kota sejuk ini. Terbukti hampir setiap waktu lowong sambil weekend dipergunakan Adnan untuk memantau kota Malino dari dekat.

Didampingi Camat Tinggimoncong Andry Mauritz, Bupati Adnan berolahraga sambil memantau kondisi penataan Malino di pagi hari. Adnan meninjau pembuatan panggung permanen di tengah pelataran hutan pinus Malino. Di taman hijau yang sarat pohon pinus tinggi menjulang ini, Adnan melihat sejumlah ornamen taman telah dibangun termasuk spot-spot foto yang sengaja dibuat cantik.

Juga meniti pedistrian yang membentang di dua sisi Jl Sultan Hasanuddin Malino. Pedistrian dengan panjang kurang lebih 4 Km ini dan dipadu warna cerah yang identik dengan warna bunga Spatodhea (pohon berbunga warna orange, jenis tanaman langka asal Belanda), terlihat sudah hampir rampung keseluruhan.

Sementara pembangunan betonisasi Jl Endang juga dipantau Adnan dengan memperhatikan kualitas pekerjaan beton jalan. Selama berkeliling memantau tiga proyek inti ini, Adnan pun secara langsung mengedukasi masyarakat khususnya dalam penggunaan pedistrian jalan.

“Saya mengimbau masyarakat untuk selalu tertib dalam penggunaan pedistrian. Harus jaga kebersihan dan tidak boleh parkir di pedistrian apalagi memarkir kendaraan sebab pedistrian ini adalah sarana khusus bagi pejalan kaki,” jelas Adnan di sela memantau pedistrian di Malino.

Malino memang kota kecil namun potensinya mampu menyedot pendapatan daerah melalui kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Dua tahun lebih Adnan bersama Abd Rauf Malaganni sebagai bupati dan wakil bupati membangun Gowa dan dominan melakukan pembangunan fisik.

Camat Tinggimoncong Andry Mauritz. Andry mengatakan Bupati dan Wabup Gowa saat ini memang fokus menata pembangunan dan infrastruktur di Malino, termasuk pelebaran dan pengaspalan poros Malino, hutan pinus, pedistrian, pengaspalan dalam wilayah kecamatan yang mempermudah akses masyarakat mengangkut hasil bumi dan antar kelurahan, dusun dan lingkungan.

Bahkan di Malino ini pula tambah Andry, pemerintah kabupaten bersinergi pemerintah kecamatan akan menghadirkan pusat jajanan atau kuliner dan ole-ole khas Malino.

“Ini semua merupakan persiapan kami bersama warga Tinggimoncong terkhusus Malino untuk menjadikan kota bunga Malino ini sebagai destinasi wisata nasional. Karena itu kami mohon doa, kerjasama dan dukungan masyarakat Gowa secara umum dan secara khusus masyarakat Kecamatan Tinggimoncong agar seluruh program pembangunan di kecamatan ini dapat berjalan sesuai harapan kita bersama, Amiin,” kata Camat Tinggimoncong.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *