Pembangunan Bendungan Je’nelata akan Tenggelamkan 8 Desa di Gowa

GOWA,REWAKO.ID – Pemerintah pusat telah menyetujui pembangunan bendungan Je’nelata di Kecamatan Manuju, Gowa. Pembangunan bendungan ini, selain menelan anggaran sekitar Rp3 Triliun juga akan menenggalamkan delapan desa di Kecamatan Manuju dan Bungaya.

Segala persiapan pun sudah dilakukan oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Sulsel yakni, melakukan pertemuan dengan Satker Balai Pompengan,dengan melibatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa.

“Rencana awal dibuat pemerintah pusat ditindaklanjuti oleh Pemkab Gowa terkait pembangunan Je’nelata dengan melakukan pertemuan seluruh komponen terkait,” kata Kadis Perkintan Gowa, Abdullah Sirajuddin, kepada wartawan, Rabu (8/5/2019).

Abdullah Sirajuddin mengatakan, kebutuhan luas lahan rencana 172,81 Hektare (Ha), luas lahan kontruksi 70,87 Ha, luas lahan akses 199,80 Ha, luas lahan fasilitas umumnya sebesar 2,23 Ha, serta kebutuhan luas genangan 1.220,60 Ha dan lahan Granbell seluas 209,35 Ha.

“Ada 8 desa akan ditenggelamkan masing-masing Desa Bissoloro, Desa Bontomanai, Pengempang, Rannaloe, di Kecamatan Bungaya, kemudian di Kecamatan Manuju yakni, Desa Tanakaraeng, Moncongloe, Pattallikang dan Desa Bilalang,” katanya.

Dia mengatakan, pembebasan lahan dilakukan pasca verifikasi dan pengukuran mengingat pembebasan lahan sudah siap dikucurkan sebesar Rp 460 Miliar.

“Anggaran pembebasan lahan sudah siap dan segera dikucurkan,” pungkasnya.

Pembangunan Je’nelata ini, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya, warga yang berdampak pada pembangunan bendungan tersebut.

Bendungan Je’nelata ini, selain kebutuhan penampungan air, juga akan memberikan pelayanan air baku sebesar 7,8 m2 per detik atau dapat melayani permintaan air baku ke 7,8 juta jiwa. Juga bisa menjadi potensi pembangkit tenaga listrik 0,4 megawhaat (MW). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *