Putu Cangkir Kue Khas Makassar yang Melegenda

GOWA,REWAKO.ID – Bagi pecinta kuliner, kue adalah salah satu jajanan yang banyak dicari dan disukai masyarakat, salah satunya adalah kue khas tradisional Makassar, Putu Cangkir

Putu Cangkir biasa ditemukan di beberapa ruang jalan protokol baik di Kota Makassar maupun di Gowa. Putu ini tak dapat dikalahkan meski kue-kue modern menjamur di masyarakat. Panganan ini tetap melegenda.

Putu Cangkir ini terbuat dari tepung beras, tepung ketan dan parutan kelapa yang sudah diberi garam ini masih menjadi pangan yang dinikmati bersama minuman hangat di kala pagi atau menjelang sore hari.

Dg Rannu (35), asal Gowa yang sudah berjualan putu selama 4 tahun mengaku kalau Putu masih banyak dicari oleh beberapa masyarakat bukan hanya karena rasanya yang enak, namun harganya sangat murah, yakni berkisar antara Rp1000/bijinya.

Selain Putu merah yang banyak dijumpai, ada pula Putu putih, dan Putu hijau berisi gula merah dan kelapa.

Namun Dg Rannu hanya menjual Putu berjenis Putu merah terbuat dari gula merah dan Putu putih terbuat dari gula pasir.

Omset didapat Dg Tacu setiap harinya berkisar Rp100 ribu perharinya, hasil tersebut sudah bersih, karena lahan tempatnya menjual tidak memungut biaya pajak.

Sedangkan Hj Hasna (51) berdomisili di Nipa-nipa Antang Raya, Kota Makassar mengaku, kalau hasil penjualan Putunya memuaskan, perharinya Hj Hasna bisa meraup Rp100-200 ribu perharinya.

Karena selain harga dan rasanya yang pas, kualitas Putu bisa bertahan selama 2 hari ini sehingga tetap laris.

Putunya pun hanya dibandrol Rp1000/bijinya dan memiliki varian rasa Putu, yaitu Putu merah, Putu putih dan Putu beras ketan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *