Tahun Ini, Museum Balla Lompoa Kembali Direvitalisasi

GOWA,REWAKO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa akan kembali merevitalisasi Museum Balla Lompoa, tahun ini. Hal itu disampaikan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, saat membuka kegiatan Seminar Budaya dengan tema ‘Menggagas Model Revitalisasi Museum Balla Lompoa, di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Kamis (21/3/2019).

“Hari ini kami mengumpulkan semuanya untuk menyamakan persepsi terhadap revitalisasi Museum Balla Lompoa ini, kita ingin mendengarkan saran dan masukan mana yang harus diubah dan tidak bisa diganggu karena Balla Lompoa sudah termasuk cagar budaya,”katanya.

Adnan menjelaskan, revitalisasi Museum Balla Lompoa tersebut harus menjadi kawasan yang sakral namun tetap menjadi daya tarik masyarakat Sulsel hingga Indonesia untuk bisa datang dan berkunjung ke Balla Lompoa. Sehingga untuk mengetahui lebih jelas tentang kesakralan pihaknya mengundang tiga pemateri yakni dari Direktorat Kebudayaan RI Makassar, Unsur Akademisi, dan Unsur Kebudayaan.

” Revitalisasi kita lakukan karna bentuk keprihatinan terhadap kondisi Ballalompoa. Kami telah menganggarkan sebesar Rp 6,5 Miliar pada APBD pokok 2019 untuk revitalisasi ini,” beber orang nomor satu di Gowa itu.

Terkait penyelesaian kata Adnan, dirinya menargetkan selesai tahun ini juga jika keuangan daerah yang telah ditetapkan mencukupi, namun jika hal itu tidak memungkinakan, maka akan dilanjutkan di tahun 2020 dengan mengalokasikan anggaran melalui APBD perubahan nantinya.

“Jika tahun ini target tak didapatkan maka akan dilanjutkan di 2020, karena kita berharap revitalisasi ini tdak setengah-setengah, makanya kita sesuaikan dengan keuangan daerah,” tambah Adnan.

Olehnya dirinya berharap, dengan adanya seminar budaya revitalisasi Museum Kawasan Ballalompoa ini akan menghasilkan saran dan masukan yang baik untuk Gowa yang lebih sejahtera dimasa yang akan datang.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Sekretaris Daeh Kabupaten Gowa, H. Muchlis mengungkapkan tujuan dilakukannya seminar ini untuk menghimpun saran dari semua komponen masyarakat Gowa baik dari keluarga kerajaan, pemggiat senibudaya, seniman, tokoh masyarakt, dan LSM, untuk mengembangkan Museum Balla Lompoa sebagai icon Gowa.

Peserta hadir dari keluarga kerajaan Gowa salah satunya Andi Kumala Idjo, penggiat seni budaya, akademisi, seniman, tokoh masyarakat, LSM, dan perwakilan cagar budaya (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *