17 Pemilik Tanah Terima Ganti Rugi Lahan Bendungan Karalloe

Selasa, 26 Oktober 2021 15:46

GOWA,REWAKO.ID – Balai Besar Waduk Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) Kementerian PUPR RI melakukan pembayaran ganti rugi pembebasan lahan pembangunan Bendungan Karalloe, di Gowa.

Ketua Panitia Pengadaan Tanah Bendungan Karalloe sekaligus Kepala ATR/BPN Gowa, Asmain Tombilin mengatakan, Bendungan Karalloe mulai dibangun pada 2015 dan masih berlangsung hingga saat ini. Meskipun secara fisik sebut Asmain, sudah selesai dan siap untuk digunakan.

“Jadi secara fisik sudah selesai tinggal kita tunggu peresmiannya oleh Presiden pada pertengahan Nopember 2021. Saat ini sementara dilakukan pembayaran diluar bidang yang kasuk konsijusi,”Asmain, di Baruga Karaeng Galesong Kantor Bupati Gowa, Selasa (26/10).

Asmian menyebutkan, 1101 bidang tanah yang digunakan untuk lokasi pembangunan dengan luas sekitar 230,6 Ha yang berlokasi di tiga desa dan satu kelurahan pada dua kecamatan, yakni Tompobulu dan Biringbulu.

Sementara anggaran pembebasan lahan, sambung suksesor Hasanuddin ini, bersumber dari APBN dengan nilai sekitar Rp 82,9 Milyar dan sudah terbayar Rp 80,5 Milyar atau 1064 bidang.

“Jadi sisa yang belum terbayar karena masuk konsijusi di Pengadilan Negeri Sungguminasa Rp 1,15 Milyar atau 1,7 prosen,”katanya.

Kepala ATR/BPN Sulsel, Bambang Priyono menyampaikan, bahwa ganti untung yang dilakukan kepada pemilik lahan hendaknya dimanfaatkan dengan baik untuk ke depan.

Selain itu, dirinya juga berpesan kepada pihak BBWSPJ agar tetap memperhatikan masyarakat di sekitar waduk.

“Saya minta masyarakat memanfaatkan uang yang didapat dengan sebaik mungkin. Jangan beli mobil dan semacamnya tetapi lebih bagus dibelikan lagi tanah. Dan kepada pihak balai agar tidak meninggalkan masyarakat di sekitar lokasi pasca pembangunan,” pungkasnya.

Sementara itu, Pj Sekda Gowa, Kamsina mengatakan, bahwa Bendungan Karalloe ini merupakan bendungan Ketiga yang dibangun Pemerintah Pusat di Gowa yang dimanfaatkan kabupaten lain, yakni Pammukkulu untuk Takalar, Karalloe untuk Jeneponto dan Bili-bili untuk Kota Makassar.

“Karena itu kami berharap Bendungan Jenelata segera dibangun agar dapat juga dinikmati masyarakat Gowa,” tuturnya.

Pada pembayaran ganti rugi ini, 17 orang warga pemilik lahan langsung hadir di baruga karaeng Galesong dan menerima pembayaran lewat rekening masing-masing tertinggi Rp 200 juta dan terendah Rp 4 juta yang diserahkan pihak BNI Mattoangin.(*)

Editor : Bahar Hardin

Penulis : Muhtar Tarra