Begini Upaya Pemerintah Jaga Kepunahan Sepatudea

Selasa, 01 Juni 2021 06:56

GOWA,REWAKO.ID – Malino merupakan salah satu daerah wisata utama di Provinsi Sulsel. Sehingga, tidak lengkap rasanya, ketika datang di Kabupaten Gowa dan tidak berkunjung ke kota Malino yang berhawa sejuk.

Selain panorama alam yang indah, aneka ragam bunga tumbuh subur di kawasan Dataran Tinggi ini. Maka dengan kondisi ini, Malino juga identik dengan sebutan Kota Bunga.

Dan salah satu flora yang menarik di kota kembang di Timur, yakni Sepatudea. Konon pohon sepatudea ini menurut informasi dari masyarakat setempat ditanam sejak zaman penjajahan belanda.

Seiring berjalannya waktu, populasi Sepatudea kian berkurang.
Sehingga memantik pelbagai pihak khususnya di Kecamatan Tinggimoncong diantaranya pemerintah kecamatan, Kelurahan Malino, LSM Sacty Sepatudea dan LSM Edelwayss untuk melakukan peremajaan.

Ketua LSM Sacty Sepatudea, Rudi mengatakan, Peremajaan ini dilakukan dengan adanya beberapa pohon yang sudah tua dan tumban.

“Kita lakukan peremajaan dengan menanam lagi kembali do pohon yang tumbang itu,” ujarmya, Senin (31/5).

Sementara itu, Sekertaris Lurah Malino, Amin mengatakan, pihaknya mengapresiasi adanya kepedulian dari berbagai pihak untuk melestarikan pohon yang memiliki histori yang panjang sehingga perlu diremajakan.

“Adanya peremajaan Sepatudea yang dilakukan demi menjaga kepunahan tanaman yang penuh Sejarah. Hal ini dikarenakan tanaman Sepatudea ini merupakan tanaman yang hidup sejak zaman penjajahan Belanda dan masih bertahan hingga saat ini di Malino,” terangnya.

Pada penanaman ini sejumlah titik telah berhasil ditanami utamanya dalam kota.(*)

Editor : Bahar Hardin

Penulis : Muhtar Suma