Biddokkes Polda Sulsel Ambil Data Antemortem dan Tes DNA Keluarga Pelaku Bom Katedral

Selasa, 30 Maret 2021 06:18

GOWA REWAKO.ID – Biddokkes Polda Sulsel mengambil data antemortem dan pemeriksaan DNA kepada keluarga diduga pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral, Kota Makassar,Senin (29/3/2021).

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Zulpan mengatakan, proses antemortem ini merupakan proses pengumpulan riwayat dan data korban sebelum meninggal dunia. Pada Proses ini dibutuhkan data sekunder dan Primer.

“Pengambilan data primer terdiri dari sidik jari, data pemeriksaan gigi, dan Deoxyribonucleic Acid (DNA),”katanya.

“Sementara untuk Data Sekunder,
terdiri dari data-data pelengkap korban diantaranya data riwayat kesehatan dan informasi pakaian yang terakhir digunakan korban,”lanjutnya.

Kombes Pol Zulpan juga mengatakan, pasca pengambilan sampel mengatakan, pihaknya tengah menggali dan juga memastikan identitas korban wanita terduga pelaku Bom Bunuh Diri tersebut.

Kata dia, kemudian Tim dari Disaster Victim Investigation (DVI) akan membawa sampel DNA, dan juga Antemortem ke Jakarta untuk memastikan kecocokan keduanya.

“Kita sedang menggali dan juga memastikan identitas korban yang meninggal dunia yang berjenis kelamin wanita ini. Jadi nanti dari sampel ini tim dari DVI, mengambil sampel antemortem dan DNA nya kemudian dari sampel yang ada akan dibawa ke Jakarta. Kita perlu waktu beberapa hari untuk memastikan kecocokan dari pada hasil tes DNA dan Antemortem,”ujarnya.

Kombes Pol Zulpan juga menjelaskan, mereka yang diambil sampel darahnya merupakan orang yang memiliki hubungan keluarga bahkan darah.

Sementara itu, terkait kondisi 19 korban yang tengah di Rawat di Sejumlah Rumah Sakit di Kota Makassar, Kombes Pol Zulpan mengatakan mereka dalam kondisi baik.

“Dimana kondisinya sekarang 13 orang ada di RS Bhayangkara masih dalam perawatan, kemudian informasi terakhir dua di RS Siloam menjalani perawatan, empat lainnya sudah dipulangkan untuk rawat jalan. Karena kondisinya semakin membaik,”pungkasnya. (*)

Editor : Bahar Hardin

Penulis : Afrilian Cahaya Putri