BPBD Gowa Edukasi PLTA Bili-Bili Simulasi Bencana Gempa Bumi

Kamis, 20 Mei 2021 14:37

GOWA,REWAKO.ID – Unit Layanan Pembangkit Listrik Tenaga Air (ULPLTA) Bendungan Bili-bili melaksanakan Simulasi Tanggap Darurat Gempa Bumi.

Simulasi ini dihadiri langsung
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gowa, Ikhsan Parawangsah sekaligus membawakan materi terkait penanganan bencana.

Kepada Rewako FM, Ikhsan mengatakan, giat sosialisasi berupa simulasi ini rutin dilaksanakan oleh PLTA Bili-bili setiap tahunnya dalam rangka mitigasi untuk bencana dan juga memberikan edukasi kepada staf dan karyawan PLTA Bili-bili.

Jika tahun sebelumnya, pihak PLTA Bili-bili melakukan simulasi penanganan banjir, maka untuk tahun ini simulasi yang dilakukan untuk penanganan gempa bumi jika sewaktu-waktu terjadi di Kabupaten Gowa. Mengingat aktifitas dan rutinitas karyawan PLTA Bili-bili sangat rentan akan risiko.

“Kegiatan simulasi tentang bencana gempa bumi yang dilakukan ini dari PLTA Bili-bili sudah menjadi kegiatan rutin mereka setiap tahun dalam rangka mitigasi untuk bencana dan ini salah satu sosialisasi memberikan edukasi kepada staf dan karyawan dari pada PLTA Bili-bili. Dan memang rata-rata karyawan disana itu memiliki risiko didalam hal pelaksanaan pekerjaan mereka, rutinitas mereka sehari-hari,” kata Ikhsan saat dikonfirmasi Kamis (20/5/2021).

Dalam simulasi tersebut nantinya nampak siapa saja dan apa saja peran peserta yang tergabung dalam simulasi penanganan bencana tersebut.

Ikhsan mengatakan, kegiatan ini dilakukan bersama seluruh karyawan guna menentukan seberapa lama respons timenya, evakuasi sampai ke titik kumpul terakhir yang menjadi lokasi teraman mereka.

Kemudian terkait Potensi Gempa di Kabupaten Gowa dari 18 kecamatan yang ada di Gowa dengan sembilan kecamatan dataran rendah dan sembilan kecamatan dataran tinggi, BPBD Gowa memiliki peta rawan bencana.

Dimana, dari peta tersebut dapat diketahui wilayah-wilayah mana saja, spot-spot apa saja yang menjadi titik rawan banjir pergerakan tanah longsor dan wilayah rawan puting beliung.

“Ada peta rawan bencana, dapat dilihat disitu wilayah mana saja yang rawan terjadi banjir, kemudian spot-spot gerakan tanah longsor dan wilayah rawan akan puting beliung di Kabupaten Gowa,” terang Ikhsan.

Selain bencana alam banjir dan tanah longsor, dalam Peta bencana tersebut juga dapat dilihat daerah dengan potensi kebakaran hutan dan lahan pada musin kemarau mendatang.

“Dan dalam peta rawan bencana tersebut juga dapat dilihat wilayah mana saja yang rawan akan Kebakaran Hutan dan Lahan pada musim kemarau atau kekeringan mendatang,” ujar Ikhsan.

Biasanya, kebakaran hutan akan terjadi di wilayah-wilayah dataran tinggi yang punya kawasan hutan. Mulai dari Tombolopao, Tinggimoncong, Parigi, kemudian masuk di Tompobulu, dan Biringbulu.

“Ini kita sudah kita vote kan dimana wilayah-wilayah yang memang agak rawan. Dan biasanya itu memang di dataran tinggi mulai dari Tombolopao, Tinggimoncong, Parigi, kemudian masuk di Tompobulu, dan Biringbulu,” kata Iksan.

Untuk gempa, Gowa bukan masuk dalam wilayah yang memiliki potensi gunung api. Tetapi tetap pihak BPBD mewaspadai. Yang ditakutkan itu pergerakan tanah yang mengakibatkan longsor di dataran tinggi.(*)

Editor : Bahar Hardin

Penulis : Afrilian Cahaya Putri