BPH Migas Sosialisasi Implementasi Sub Penyalur dan Penyalur Mini di Makassar

Kamis, 01 Oktober 2020 22:21

MAKASSAR,REWAKO.ID – Dalam menjamin ketersediaan dan kelancaran penyaluran BBM dan terpenuhinya kebutuhan masyarakat seluruh wilayah NKRI BPH Migas menggelar Sosialisasi Sub Penyalur dan Penyalur Mini di Hotel Rinra, Jl Metro Tanjung Bunga, Kota Makassar, Kamis (1/10/2020).

Acara ini di hadiri oleh Anggota Komisi VII DPR RI, Andi Ridwan Wittiri, BPH Migas PIC Wilayah Implementasi Sub Penyalur Sulawesi Selatan yang dalam hal ini diwakili Tim BPH Migas yang di koordinir John Renyut, Kepala Dinas ESDM Sulsel Andi Irawan Bintang MT, PT Pertamina MOR VII diwakili Sales Area Manager Adib Arselan, Kadis Perdagangan Kota Makassar Andi Muhamad Yasir.

Tim BPH Migas yang di koordinir John Renyut
mewakili Kepala BPH Migas. Dalam sambutannya John menyampaikan, bahwa BPH Migas wajib melakukan pengaturan dalam upaya menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM ke seluruh Indonesia.

Untuk itu terbitlah Peraturan BPH Migas Nomor 06 tahun 2015 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Jenis BBM Tertentu dan Jenis BBM Khusus Penugasan pada wilayah yang belum terdapat Penyalur.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, dengan luasnya wilayah NKRI, masih banyak terdapat wilayah yang masyarakatnya belum menikmati kemudahan dalam memperoleh BBM (yang disebut oleh Undang Undang sebagai komoditas vital masyarakat) yang seharusnya dapat diakses dengan mudah dan dengan harga yang sama di seluruh wilayah NKRI,”katanya.

John Renyut mengatakan, apa yang dihadapi oleh masyarakat di wilayah-wilayah tersebut adalah kenyataan bahwa BBM masih merupakan komoditas mewah bagi sebagian masyarakat yang tinggal di Kepulauan, Daerah Terpencil, Daerah Terluar dan Daerah Terdepan tersebut.

Ditambah pula dengan minimnya infrastruktur umum dan persebaran Penyalur BBM yang belum merata, maka yang dialami oleh masyarakat di wilayah-wilayah tersebut adalah BBM dengan harga yang cukup tinggi serta kesulitan dalam memperolehnya.

Untuk menjawab itu Pembentukan Sub Penyalur adalah solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat di daerah remote, dan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan BBM dengan harga affordable.

Anggota DPR RI Komisi VII Andi Ridwan Wittiri sangat mengapresiasi langkah-langkah yang di tempuh oleh BPH Migas dalam Pengaturan atas distribusi BBM di daerah 3 T, dan menyambut baik pelaksanaan Sosialisasi Sub Penyalur di Sulawesi Selatan.

Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan adalah wilayah yang terdiri dari 24 Kabupaten/Kota, 304 Kecamatan dan 2953 Desa/Kelurahan.

Dengan ratusan pulau serta daerah dataran tinggi. Membuat distribusi BBM banyak mengalami hambatan. Cuaca yang sering tidak menentu menjadi kendala alam yang tidak bisa di hindari. Pasokan distribusi BBM menjadi masalah yang harus dipikirkan bersama antara Pemerintah Pusat, DPR, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab).

Hal ini harus dilakukan secara bersama sama untuk keadilan energi di seluruh NKRI.

Pihak MOR VIII PT Pertamina menyampaikan bahwa pembentukan Sub Penyalur adalah solusi untuk menertibkan pengecer yang menjual BBM.

Sub Penyalur juga mendekatkan titik titik distribusi sehingga akses untuk mendapatkan BBM memudahkan masyarakat pengguna seperti Nelayan dan Petani. Pertamina akan mensupport dan menjamin pendistribusian BBM di Provinsi Sulawesi Selatan.

Editor : Bahar Hardin

Penulis : Memed