Demi Raih Sertifikat CHSE, PHRI Gowa Gencar Perbaiki Homestay di Malino

Selasa, 22 Juni 2021 19:05

GOWA,REWAKO.ID – Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI) Gowa tengah berusaha meraih Sertifikat Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE) atau Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan, Selasa (22/6/2021)

Hal ini disampaikan langsung Ketua PHRI Gowa, Muhammad Kadir kepada Rewako FM. Dirinya juga mengatakan jika dirinya terus melakukan perbaikan-perbaikan homestay, dan juga gencar melaksanakan pelatihan-pelatihan bagi pengusaha homestay.

“Kami jg bersama Dinas Pariwisata melakukan beberapa pelatihan untuk pemilik homestay dan restoran di Kecamatan Tinggimoncong ini. Juga tengah mengejar sertifikat CHSE,” kata Muhammad Kadir.

Kadir juga membeberkan, ada 34 Homestay yang ada di Malino yang tergabung dalam PHRI, kemudian ada 26 Restoran juga yang tergabung dalam PHRI, sementara hotel ada 4 yang juga bergabung didalamnya.

Dari segi kuliner, restoran yang tergabung dalam PHRI lebih mengedepankan kuliner lokal untuk lebih di publish ke wisatawan baik lokal maupun wisatawan luar.

Selain itu, pihaknya juga memadukan kuliner lokal dengan kuliner dari luar Kabupaten Gowa agar lebih berkembang di malino.

“Homestay sendiri yang tergabung di PHRI ada 34 sedangkan restoran ada 26, terus untuk hotel sndiri itu ada 4 .
untuk kuliner kita lebih ke kuliner lokal, mengembalikan kuliner lokal yang ada di Gowa, disamping itu juga ada beberapa kuliner yang kita Combain dengan kuliner dari luar Kabupaten Gowa itu yang lagi berkembang di malino sekarang,” jelas Kadir.

Di bidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pun PHRI melakukan beberapa pelatihan terkait Packaging produk lokal khas Malino seperti Tenteng, dan juga pengembangbiakan Markisa lokal yang khas dengan warna ungu berukuran kecil.

“Untuk sementara UMKM kita juga mengikuti beberapa pelatihan diantaranya packaging mengenai Tenteng, kemudian pengembangbiakan markisa lokal yang sudah langka di Malino, Markisa lokal khas malino yang warna ungu kecil.

‘Markisa-markisa manis yang dijual sekarang itu sebenarnya dari luar bukan khas Malino, ini yang mau kita kembangkan lgi kita sudah koordinasi dengan Dinas Pariwisata dan beliau siap untuk menjembatani kita untuk mengembangkan kembali hal ini,” demikian Kadir.(*)

Editor : Bahar Hardin

Penulis : Afrilian Cahaya Putri