Hadiri Wisuda Perdana, Bupati Gowa Harap Ponpes Wadizzuhur Perkuat SDM

Selasa, 22 Juni 2021 17:06

GOWA,REWAKO.ID – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menghadiri Wisuda Perdana Pondok Pesantren Wadizzuhur, di Desa Buwakkang, Kecamatan Bungaya, Gowa, Selasa (22/6/2021).

Pondok Pesantren Wadizzuhur melepas sembilan wisudawan Santri. Kesembilan Santri tersebut berasal dari berbagai daerah, salah satunya dari Jawa Barat, Sulawesi Tengah, dan juga dari berbagai Kabupaten di Sulawesi Selatan.

Direktur Pondok Pesantren, Wadizzuhur, Mujawwid Arif mengatakan, sembilan Santri yang diwisuda ini sudah mampu menghapal 30 jus dan Mendapatkan pengakuan dari Masjid Nabawi dengan nilai Mumtaz atau Cumlaude.

“Santri kami yang diwisuda ini sudah hapal 30 jus. Mendapatkan pengakuan dari Masjid Nabawi dan nilainya Mumtaz, atau Cumlaude,” kata Mujawwid.

Pondok Pesantren Wadizzuhur dikenal juga sebagai kampung arab. Suasana arabnya yang kental dengan seluruh santrinya menggunakan bahasa arab selama 24 jam.

“Pesantren kita dikenal sebagai kampung arab. Dimana suasana arabnya kental. Mereka hanya melewati pembekalan 1 bulan. Dan mendapat pengakuan dari Massayid timur tengah. Mereka mengapresiasi kemampuan, keterampilan mereka dalam berbahasa arab,” kata Direktur Ponpes Wadizzuhur ini.

Muzawwid mengatakan, program 1 Desa 1 Hafizh milik Pemerintah Kabupaten Gowa sejalan dengan visi dan misi Pesantren Wadizzuhur.

“Kami salut kepada bupati yang punya program 1 hafidz 1 desa. Persis seperti visi dan misi pesantren Wadizzuhur,” tuturnya.

Setelah dilantik, kesembilan Santri tersebut siap menjadi Ustad, hafizh, dan khatib di tengah masyarakat.

Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dalam kesempatan tersebut memberikan bantuan sebesar 100 juta sebagai bantuan pembangunan untuk Pesantren Wadizzuhur.

Adnan juga mengatakan,
Kekayaan suatu daerah atau suatu bangsa tidak ditentukan oleh Sumber Daya Alamnya, tetapi ditentukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM). Siapa yang membangun SDMnya yakin dan percaya dia akan menjadi daerah yang berkembang seperti yang dicita-citakan.

“Banyak daerah yang kaya akan SDAnya tetapi dia tidak membangun SDMnya maka dia menjadi daerah yang terbelakang,” ujar Adnan.

Hari kata Adnan, Pesantren Wadizzuhur membangun SDM yang lebih kuat dan lebih baik lagi di masa yang akan datang khususnya di bidang keagamaan.(*)

Editor : Bahar Hardin

Penulis : Afrilian Cahaya Putri