Hari ke-2 Pembahasan Batas Daerah, Makassar-Gowa Rampung

Rabu, 05 Mei 2021 13:16

GOWA,REWAKO.ID – Pembahasan terkait Penegasan Batas Daerah (PBD) kembali dilaksanakan dalam Rapat Koordinasi terkait Pembahasan Segmen Batas Daerah bersama Tim Percepatan Penyelesaian Penegasan Batas Daerah (PBD) Kementerian Dalam Negeri. Rabu (5/5/2021).

Kali ini rapat membahas terkait penegasan antar wilayah Kota Makassar dengan Kabupaten Gowa dihadiri langsung Penjabat Sekretaris Daerah Gowa, Dra Kamsina dan didampingi Kepala Bagian Pemerintahan, Zubair Usman bersama jajaran di Ruang Command Center, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

Kasi Batas Antar Daerah, Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Ardi Eka Wijaya saat ditemui menjelaskan, jika hasil dari kesepakatan Penegasan batas daerah antara Makassar dan Kabupaten Gowa tidak ada masalah.

Hanya saja kata Ardi, masih perlu
dilakukan verifikasi lapangan di sekitar Pilar Batas Utama (PBU) 18 yakni di Kelurahan Parang Tambung Kecamatan Tamalate Kota Makassar dan Kelurahan Tamanyeleng Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa.

“Kalau makassar Gowa itu masih akan dilakukan verifikasi lapangan besok pagi jam 8 di sekitar PBU 18 yakni di Kelurahan Parang Tambung Kecamatan Tamalate Kota Makassar dan Kelurahan Tamanyeleng Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa,” kata Ardi.

Lanjutnya, nantinya dasar dari
verifikasi lapangan itu akan menjadikan pedoman untuk penegasan batas antar Gowa dengan Makassar.

“Prinsipnya Gowa-Makassar tidak ada masalah hanya di PBU 18 saja yang perlu dilakukan peninjauan lapangan besok jam 8:00 Wita pagi,” jelasnya.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Gowa, Kamsina menjelaskan jika kuburan Syekh Yusuf yang berada di Kelurahan Katangka masuk dalam wilayah Kabupaten Gowa. Mengingat selama ini masyarakat mengira Kuburan Katangka milik Makassar.

“Hasil rapat ini Kota Makassar dan Gowa pada prinsipnya tidak ada masalah. Yang pertama, kuburan Syekh Yusuf di Katangka itu memang tidak pernah di klaim oleh Gowa. Selalu Makassar mengatakan itu milik mereka,” kata Kamsina.

Lanjutnya, hanya saja Kementerian belum mau mengakui sebelum ada tanda tangan kesepakatan antara pemerintah kota makassar dengan kabupaten Gowa.

Kemudian, Penegasan Batas Daerah antara Desa Tamanyeleng Kecamatan Barombong, dengan kelurahan Parang Tambung Kecamatan Tamalate akan segera ditinjau.

“Ada gundukan tanah yang nanti akan di tinjau pada 6 Mei besok. Untuk sama2 bertemu di titik koordinat,” demikian Pj Sekda Gowa.

Sebagaimana diketahui Penegasan batas daerah ini sejalan dengan UU No.11 tahun 2020 Tentang Cipta Kerja. Undang-Undang ini juga sudah memiliki aturan turunan dalam bentuk PP dan Perpres tentang batas wilayah dan tata ruang.(*)

Editor : Bahar Hardin

Penulis : Afrilian Cahaya Putri