Jurnalis Didorong Gunakan Koleksi Kosakata Daerah

Jumat, 01 Oktober 2021 08:00

JAKARTA,REWAKO.ID – Para jurnalis nasional didorong untuk memperkaya khazanah bahasa Indonesia tanpa perlu khawatir dengan jargon berbahasa Indonesia yang ‘baik dan benar’ dengan mengangkat kosakata-kosakata daerah menjadi kosakata baru di dalam bahasa Indonesia, yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta.

Anies Baswedan mendorong penggunaan khazanah kosakata daerah ketimbang mengadopsi dan menyerap kosakata dari bahasa asing dalam setiap penulisan reportase, termasuk jenis penulisan baku lainnya, sementara padanannya dapat ditemukan dalam bahasa daerah.

“Kita menyebut kata tsunami itu diadopsi dari Jepang. Adakah bahasa Indonesia untuk tsunami? Ada. Di Aceh namanya smong,” jelas Anies di hadapan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DKI Jakarta dan pemenang lomba Anugerah Jurnalistik MH Thamrin-PWI Jaya ke-46 tahun 2020, Senin (2/11/2020).

“Tapi kita tidak menggunakan smong dalam karya-karya jurnalistik kita, sehingga rakyat Indonesia dapat konsumsinya tsunami, dan tsunami diserap menjadi bahasa Indonesia,” jelasnya lagi.

Ia menjelaskan bahwa stok bahasa daerah di Indonesia sangat kaya dan akan sangat disayangkan koleksi bahasa tersebut bila tidak dimanfaatkan oleh para jurnalis nasional.

“Menurut saya jangan terkunci bahasa Indonesia ‘baik dan benar’. Itu yang membuat bahasa kita tidak berkembang, karena harus baik dan harus benar,” ujar Anies, seraya mencontohkan kata “meriang” sebagai kata yang salah, namun diterima masyarakat luas.

“Para jurnalis harus membebaskan diri dari kunci ‘baik dan benar’, tapi lebih pada pesan untuk bisa dipahami,” jelas Anies mengakhiri.(RRI)

Editor : Bahar Hardin