Kepala BNPT Sebut 2 Pelaku Bom Katedral Kaum Millenial

Senin, 29 Maret 2021 15:26

GOWA, REWAKO.ID – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar mengungkapkan, kedua pelaku Bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Kota Makassar pada minggu pagi merupakan kaum Millenial.

Hal itu disampaikan oleh Komjen Boy, terungkap jika keduanya merupakan kelahiran 1995.

“Peristiwa yang terjadi ini merupakan tindakan yang tidak berprikemanusiaan dan apa yang dilakukan ini adalah bukan karakter bangsa kita. Jadi penganut paham-paham radikal terorisme menghinggap di kalangan generasi muda. Karena teridentifikasi pelaku kelahiran 1995,” kata Komjen Boy Rafli Amar.

Dalam kunjungannya, tampak Komjen Boy Rafli Amar tengah berbincang dengan sejumlah tokoh agama se Kota Makassar di depan Gerbang Gereja Katedral, Jalan Kojolalido, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. Senin (29/3/2021).

Komjen Boy Rafli Amar juga menjelaskan jika kaum Millenial merupakan ciri khas program dari propaganda jaringan terorisme.

Propaganda jaringan terorisme itu kata Boy diibaratkan jebakan Batman untuk anak-anak muda. Karena pengaruh virus radikalisme nya yang tidak terasa, kemudian merubah watak dan merubah perilaku yang dimana sejatinya bukan jati diri bangsa indonesia.

“Kita tidak seperti itu, kita dilahirkan sebagai bangsa yang toleran. Menjaga persatuan ditengah keberagaman semangat untuk hormat menghormati bertoleransi ditengah keberagaman,” ujarnya.

Lanjutnya, perilaku teror ini tidak hanya hinggap di Indonesia saja, tetapi di lebih 100 negara, oleh karenanya kita harus berjuang bergandeng tangan untuk meniadakan alam pikiran seperti ini. Ini adalah alam pikiran jahat yang dipengaruhi oleh virus radikal intoleran yang di propaganda kan oleh jaringan teroris Global.

“Korbannya anak-anak kita, jadi dua pelaku bom bunuh diri ini korban pengaruh propaganda jaringan teroris Global. Yang kemudian terafiliasi di sejumlah negara dan mereka membentuk sel-selnya di negara kita,”

“Kita ikut prihatin dan tidak boleh kalah dengan perilaku teror seperti ini yakinlah bahwa ini bukan kepribadian kita sebagai bangsa Indonesia,” imbuhnya.(*)

Editor : Bahar Hardin

Penulis : Afrilian Cahaya Putri