Lurah Pa’cinongan ditengah Pandemi COVID-19

Minggu, 12 April 2020 11:40

“Beban Memang Berat Namun Amanah Wajib Ditunaikan “

Oleh Yusrizal Kamaruddin ( Bang Yos )

Ponselnya pun berdering, kabar duka kembali menerpanya, salah satu warganya di Kelurahan Pa’cinongan, ditegaskan oleh tim medis, meninggal akibat wabah virus Corona. Ini merupakan kali keempat warganya meninggal akibat pandemi. Andi Pangerang pun harus rela menerima wilayahnya masuk dalam daftar zona paling merah di Somba Opu.

Sebulan lebih Lurah Pa’cinongan bersama jajarannya jatuh bangun berjibaku melawan penyebaran virus ini, doa seluruh keluarga besarnya, support dari pimpinannya dan tatapan tulus akan harapan dan kebersamaan dari warganya membuatnya selalu tegak berdiri, optimis walaupun beban itu dirasakan kian berat, namun baginya amanah yang dipikulnya belum seberapa dibanding amanah para Pimpinannya, nyali yang dimilikinya belum sebanding dengan para tim medis di garda terdepan, ketekunan yang dimilikinya belum secuil dibanding dengan para aparatur keamanan.

Dasar inilah Andi Pangeran berdiri tegak mendatangi wilayahnya di Pa’cinongan untuk bangkit bersama, puluhan perumahan BTN berada di Pa’cinongan, beragam profesi dan mata pencaharian warganya tentu semua etnik ada bermukim disini.

Kembali dirinya tersentak, ini belum sebanding Jakarta dan negara lain. Harapan untuk lepas dari serangan wabah ini masih sangat besar, langkah langkah antisipasi baik edukasi ke seluruh warga, penyemprotan setiap saat sudah dilakukan di semua titik, himbauan untuk tidak keluar rumah mulai berjalan efektif pun sudah mulai terasa, dan satu kesyukuran beberapa BTN di wilayahnya sudah menerapkan Local Lockdown secara menyeluruh. “Kami stay 24 jam setiap hari, bersama seluruh warga dan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten, kami yakin makin kuat menghadapi ini” urai Andi Pangerang Lurah Pa’cinongan.

Mujahidin Didong Tahir Ketua AMPG Makassar dan Syaripuddin Oyo salah seora ng aktivis Sosial, keduanya warga Pa’cinongan mengaku bersyukur punya Lurah yang energik dan mampu berinteraksi langsung di lapangan. “Di Kelurahan Kami sudah 2 warga wafat positif Corona, 2 juga wafat dan masuk kategori PDP sehingga jumlahnya 4. Walau jumlah ODP juga bertambah, sebahagian sudah sembuh namun kami bersama Pemerintah Kelurahan terus bersama bergerak, Pa’cinongan insyaa Alloh akan terus melawan” tegar Mujahidin Didong Tahir.

Sementara Syaripuddin Daeng Ngoyo menegaskan kehadiran Lurah di semua titik menjadi pemicu semangat bagi warga. “Alhamdulilah, Pemerintah selalu hadir dalam setiap beban walaupun belum mampu menuntaskan masalah tapi mampu menebar soliditas dan ketenangan”, ungkap Dg Ngoyo.

Kini, Andi Pangerang bersama seluruh Lurah dan Kepala Desa di Gowa terus bergerak, saling merangkul dengan semua elemen warga dibawah kendali Forkopimda Gowa dimana Adnan Purichta Ichsan YL menjadi ketua Gugus Penanganan wabah pandemi Covid-19.

“Maaf, jangan maki ke Gowa dulu, jangan maki ke Somba Opu dulu, jangan maki ke Pa’cinongan kalau tidak begitu sangat penting, ini perintah dan akan kami laksanakan”, tutup Andi Pangerang. (*)

Editor : yos rizal