Mahasiswa Unismuh Tutup Jalan dan Sandera Truk Tronton, Ini Tuntutannya

Senin, 12 Juli 2021 14:17

MAKASSAR,REWAKO.ID -Puluhan mahasiswa dari Universitas Muhammadiya (Unismuh) Makassar menggelar aksi demonstrasi depan kampus di Jalan Sultan Alauddin Makassar Senin (1/7/21).

Dalam aksinya para mahasiwa ini membakar ban bekas dan menutup jalan satu jalur yang berada depan kampus mereka. Para mahasiwa ini menyandera sebuah mobil troton yang sedang memuat pupuk. mobil tersebut dipalang kemudian mahasiswa naik ke atas truk melakukan orasi.

Para mahasiswa ini menilai jika pemerintahan Jokowi-Ma’ruf telah gagal dalam menjalankan roda pemerintahan. Karenanya mereka meminta Jokowi-Ma’ruf mundur dari jabatannya. Selain itu mereka juga meminta agar berhenti mengkomersilkan covid 19.

Ketua BEM Ekonomi Dan Bisnis Unismuh Makassar, Darmawan dalam orasinya, mengatakan, bahwa kondisi bangsa saat ini sangat memprihatinkan. Kata dia, banyak produk kebijakan DPR dan pemerintah yang dianggap tidak mewakili aspirasi masyarakat.

“Kami mengganggap seluruh kebijakan Jokowi Ma’aruf sudah gagal total yang tidak menguntungkan bagi masyarakat,” ujarnya

Dalam aksi tersebut mereka juga membawa kain bertuliskan tuntutan agar Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’aruf Amin untuk turun dari jabatannya.

Mahasiswa juga membagikan kertas berisi pernyataan sikap. Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa menilai bahwa selama kepemimpinan Jokowi terjadi proses deregulasi peraturan perundang-undangan yang bertentangan dengan semangat dan cita-cita negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum.

Tak hanya itu, mahasiswa juga mendesak pemerintah untuk segera menerbitkan Perppu dan menyelamatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Batalkan RUU PPN dan hentikan komersialisasi pendidikan dan juga Covid-19,” demikian tuntutan mahasiswa.

Aksi mahasiswa Aliansi Unismuh Satu itu berlangsung dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.Aksi demonstarasi ini menyebabkan kemacetan total di sepanjan sultan alauddin.(*)

Editor : Bahar Hardin

Penulis : Ahmad