Melirik Pesona ” Syurgawi ” Sabodam 7.1 Di Gowa

Selasa, 02 Juni 2020 06:29

GOWA,REWAKO.ID – Lokasinya memang cukup jauh, berada di Kampung Baraya , berbatas dengan Kecamatan Tinggi Moncong dan Parigi. Area Sabo Dam 7.1 punya pesona alam yang memesona dan keunikan nan eksotis.

Menikmati personanya hanya dapat diraih dengan melewati badan sungai Jeneberang yang cukup lebar, untuk sampai ke area ini, pengunjung dimanjakan pemandangan alam yang hijau nan asri, meski membutuhkan stamina yang ekstra.

Karena, melewati beragam bebatuan cadas untuk di pijak, bisa dikatakan baru melewati badan jalan sungai Jeneberang itu sudah merupakan bagian destinasi wisata yang penuh tantangan namun berkesan.

Sebelum memasuki badan sungai, pengunjung harus menuruni tebing sungai yang berada di Jembatan Merah Daraha, semua pengunjung memarkir kendaraan mereka dalam area jalan yang masih luas, sebelum bergerak menuruni terjal sungai, melanjutkan perjalanan di dalam badan sungai Jeneberang yang tepat berada di bawah jembatan merah Daraha.

Inilah titik awal cerita petualangan alam di mulai. Walaupun lokasi ini tidak pernah direkomendasikan untuk di kunjungi, namun sebahagian komunitas yang memiliki jiwa petualang selalu saja memilih lokasi destinasi Sabo Dam 7.1 lokasi untuk memanjakan mata dan hati.

Sehingga seluruh aktivitas Lingkungan Hidup Gowa selalu stand by di area jembatan Daraha apabila musim.hujan atau teparatur hujan cukup tinggi di bagian hulu, hal ini memang sangat berbahaya bagi seluruh pengunjung karena secara mendadak, arus air akan bergerak sangat deras dan volume air biasanya seketika meninggi.

Kaharuddin Muji salah satu aktivis pemerhati sungai dan lingkungan Gowa menegaskan area Sabo dam 7.1 adalah salah satu lokasi terindah di Indonesia untuk selfie atau menikmati pesona alami.

“Kami sudah keliling beberapa lokasi wisata di Indonesia, lekuk alami anatomi sungai di Manimbahoi Gowa ini memang super unik, eksotik namun sangat rawan untuk di datangi apalagi di musim hujan, kami harap sebaiknya jangan didatangi”.urainya.

Dan perjalanan melewati badan sungai Jeneberang selama satu jam menjadi syarat mutlak untuk sampai di lokasi ini.

“Posisinya dekat dengan pusat longsoran Gunung Bawakaraeng masa lalu, posisi air terjun berada dalam sebuah terowongan, dibatasi oleh bebatuan cadas yang mengapit kedua lereng sungai, air dari sumber gunung Bawakaraeng keluar melalui celah bebatuan laksana mengalir dari sebuah terowongan, fantastis memang”.ungkap Muchtar salah seorang Mahasiswa Pasca sarjana Universitas Bosowa yang kemarin nyaris jadi korban akibat terjebak arus air besar.

” Pokoknya pesonannya luar biasa Kanda”.urainya.

Dirinya menambahkan memang pesona Syurgawi Sabo Dam 7.1 juga memiliki tantangan berat,” semoga ke depan Pemerintah bisa mengelola area itu menjadi destinasi, saya yakin inilah salah satu pesona terindah di Indonesia”ungkapanya.

Sementara Abdul Rahman Camat Parigi berharap agar pengunjung yang hendak melihat lokasi Sabo Dam 7.1 sebaiknya diurungkan.

“Masih banyak pesona alam lain di Kecamatan Parigi dan Kecamatan lain yang memiliki maghnet Syurgawi, Magnet alam Gowa berlimpah, pesona lain sudah menanti, indah, sejuk, damai dan aman, datanglah ke Gowa melihat alamnya apabila pandemi sudah berlalu”.ungkap Abdul Rahman Camat Parigi tadi siang.

Editor : yos rizal