Mentan SYL: Situasi Apapun Sektor Pertanian Tak Boleh Berhenti

Senin, 02 Agustus 2021 14:31

GOWA, REWAKO.ID – Di masa Pandemi Covid-19 ini tidak boleh ada penyuluh atau orang yang berfungsi, berperanan, atau bertanggungjawab di bidang pertanian yang harus kalah dengan Covid -19.

Hal ini disampaikan langsung Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo saat membuka secara langsung kegiatan Sertifikasi Kompetensi Tenaga Harian Lepas (THL) Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TBPP) oleh Bapak Menteri Pertanian RI
berlokasi di Polbangtan Kabupaten Gowa. Senin 2 Agustus 2021.

“Tak boleh ada penyuluh atau orang yang laksanakan atau berfungsi, berperanan, bertanggungjawab di bidang pertanian yang harus kalah dengan Covid. Dalam situasi apapun sektor yang tidak boleh berhenti adalah Pertanian,” Kata SYL sapaan Akrabnya.

Lanjutnya, dihadapan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, SYL juga mengapresiasi pembukaan sertifikasi THL-TBPP yang berjumlah 11.590 THL TBPP yang hadir secara langsung maupun virtual.

“Oleh karena itu saya apresiasi pembukaan sertifikasi THL-TBPP. Tetap semangat, Covid harus tetap sejalan dengan kita,” ujarnya.

Mantan Gubernur Sulawesi Selatan 2 Periode ini juga mengatakan, Pertanian adalah lapangan kerja, Pertanian adalah farmasi. Karena menurutnya, semua orang membutuhkan nutrisi. Pertanian adalah sesuatu yang bersinggungan dengan aspek sosial.

“Hanya pertanian yang baik yang bisa saling tolong menolong. Pertanian mengundang aspek pemerintahan karena kalau mau Rakyat aman damai dan tentram maka penuhi makanannya,” tutur nya.

Olehnya, salah satu penentu utama pertanian menjadi baik adalah penyuluh.
Dirinya menyebut penyuluh itu ibaratkan Kopassus nya, tim khususnya Kementerian Pertanian.

“Selamat kepada penyuluh, sertifikasi ini hanya surat, yang ada hanyalah bagaimana mengawalnya secara moralitas, secara terintegrasi dan bisa menjawab upaya-upaya kita bersama. Jangan lupa tidak ada penyuluh yang tidak bisa mengukur kemajuan pertanian.
Saya yakin para penyuluh dapat menjalankan tugas dengan baik,” pungkasnya.(*)

Editor : Bahar Hardin

Penulis : Afrilian Cahaya Putri