Meski Terdampak Banjir, Warga Jalan Yusuf Bauty Tetap Bertahan di Rumahnya 

Kamis, 11 Maret 2021 17:46

GOWA,REWAKO.ID – Meski rumahnya kebanjiran, warga Perumahan Mutiara Permai I, Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, Gowa tetap memilih tinggal di rumahnya.

Alasannya, tidak mengungsi di rumah keluarga lantaran tidak ingin merepotkan. Hal ini disampaikan salah seorang warga perumahan, Rianti.

“Kita tidak mau menyusahkan orang, mana lagi angkat-angkat barangnya yang susah. Makanya kita bersabar saja dulu tunggu airnya surut. Lagian juga kita punya lantai dua jadi kita naik semua di lantai dua,” kata Rianti.

Rianti mengaku, banjir di perumahannya ini sudah menjadi langganan setiap kali hujan deras mengguyur wilayah Gowa.

Rianti berharap, ada bantuan dari pemerintah berupa pembangunan Drainase agar banjir tidak lagi menghantuinya dan warga yang ada di kompleks ini.

“Kami mengusulkan untuk dibuatkan drainase atau selokan besar supaya kita ini tidak terus tergenang banjir,” kata Rianti.

Sementara itu, warga lain yakni Mansur memilih mengungsikan anak serta istrinya di rumah kerabatnya yang tidak jauh dari rumahnya.
Sementara dirinya sesekali datang mengontrol rumahnya.

“Anak sama istri saya ungsikan ke rumah kerabat di Paccinongang. Saya datang ini cuma pantau-pantau saja rumah, karena ketinggian banjir masih di betis orang dewasa,” kata Mansur.

Dirinya juga berharap, ada bantuan berupa makanan siap saji untuk warga yang bertahan di rumahnya.  Menurutnya, belum ada bantuan dari pemerintah setempat berupa makanan.

“Kami berharap ada bantuan ya, karena belum ada bantuan ini, tidak pernah ada bantuan disini,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Paccinongan, Andi Pangeran Zubair mengaku terkait bantuan bagi warga yang masih bertahan di rumah masing-masing, pihaknya sementara berkoordinasi dengan RW setempat untuk di data.

“Kami koordinasikan dengan pak RW setempat supaya didata dulu warganya. Kami juga tidak bis amenyiapkan kalau data belum lengkap, kami sementara menunggu data dari setiap RW,”pungkasnya.

Editor : Bahar Hardin

Penulis : Afrilian Cahaya Putri