Miliki 118 Butir Pil Ekstasi, 2 Warga Gowa Dicokok Polisi 

Selasa, 21 Juli 2020 15:06

GOWA,REWAKO.ID – Dua warga Gowa terpaksa diamankan polisi karena kedapatan menyimpan 118 pil ekstasi, Selasa (21/7/2020).

Kasubag Humas Polres Gowa AKP. M. Tambunan didampingi Kasat Narkoba Polres Gowa AKP Maulud mengatakan, kasus penyalahgunaan narkoba jenis ekstasi terhadap 2 orang terduga pelaku.

Kedua terduga pelaku merupakan warga di dua Kecamatan di wilayah Gowa dengan peran yang berbeda.

Satu orang terduga pelaku yang ditangkap saat menguasai ekstasi 1 butir merupakan pengguna dan satu terduga pelaku lainnya berperan sebagai pengedar.

Kasus ini terungkap saat didapatkan informasi bahwa di lokasi atau TKP Jl.Katangka Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Gowa (TKP. 1) sering dijadikan sebagai lokasi bertransaksi ekstasi.

Pasca dilakukan penyelidikan pada (19/07/2020) sekitar Pukul 00.15 Wita. (TKP. 1) selanjutnya dilakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap terduga pelaku berinisial Lk.

MW Als Haji Apping (24) yang saat itu sementara berada di lokasi parkir dan ditemukan barang bukti 1 butir pil ekstasi.

Tidak ingin kecolongan kemudian personil melakukan interogasi lalu terduga pelaku menunjuk sang pengedar yang diketahui sebagai pemilik Ekstasi.

Personil selanjutnya mendatangi TKP II disalah satu tempat kost dimana sang pengedar di Lk MA (27) di Jl Andi Tonro 2 Pa’baeng Baeng Kota Makassar bertempat tinggal kemudian dilakukan penggeledahan dan ditemukan Pil Ekstasi sebanyak 117 butir dan untuk 1 butir Ekstasi ini dijual dengan harga Rp.250 ribu hingga Rp. 300 ribu per butir.

Kasubbag Humas Polres Gowa AKP. M. Tambunan saat merelease bersama Kasat Narkoba Polres Gowa AKP. Maulid. Jadi total barang bukti yang nerhasil diamankan dari kedua terduga pelaku sebanyak 118 butir, tambahnya.

Kini kedua terduga pelaku telah diamankan di Polres Gowa dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Para tersangka diserat dijerat dengan pasal Pasal 114 ayat 2 Subsider 112 (2) UU No. 35 tahun 2009 ancaman hukuman minimal 6 tahun maksimal seumur hidup.

 

 

Editor : Bahar Hardin

Penulis : Bahar Brewok