Pemkab Gowa akan Perketat Jumlah Wisatawan di Tempat Wisata

Kamis, 06 Mei 2021 14:01

GOWA,REWAKO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Gowa resmi mengeluarkan surat edaran tentang Penerapan Protokol Kesehatan Pada Objek Wisata di Gowa.

Hal tersebut diungkapkan Penjabat Sekretaris Daerah Gowa, Kamsina usai membuka Rapat Koordinasi Persiapan Idul Fitri 1442 Hijriah di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Rabu (5/5).

Ia mengungkapkan, pada edaran bersama tersebut ditegaskan agar seluruh pelaku usaha seperti penyedia jasa pemginapan, restoran, objek wisata harus dilakukan pembatasan pengunjung dengan kapasitas paling banyak 50 persen.

“Surat edaran bersama para anggota Forkopimda untuk daerah-daerah wisata ini untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19 di objek wisata,” katanya.

Misalnya, sebut Kamsina di Kecamatan Tinggimoncong, seperti hotel-hotel dan villa-villa. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung di lokasi wisata saat liburan.

Ia juga menjelaskan, surat edaran tersebut telah sampai di Pemerintah Kecamatan Tinggimoncong dan siap untuk diedarkan kepada seluruh pemilik dan pengelola hotel maupun villa di Kawasan Wisata Hutan Pinus Malino.

“Sudah dikeluarkan tadi pagi dan diambil langsung Sekretaris Camat Tinggimoncong untuk segera diedarkan ke seluruh pelaku usaha,” ujarnya.

Selain pembatasan pengunjung yang harus jadi perhatian kata Kamsina, penerapan protokol kesehatan juga harus dilakukan secara ketat yakni 5 M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas).

“Meskipun objek wisata tetap dibuka tapi kita lakukan pembatasan pengunjung dan penerapan protokol kesehatan ketat, serta jika ditemukan ada yang melanggar maka ada sanksi yang berlaku,” tegasnya.

Ia berharap dengan adanya surat edaran ini dapat memutus mata rantai Covid-19 di Kabupaten Gowa dan Indonesia secara keseluruhan.(NH)
[6/5 13:46] Dhyni:

TPID Gowa Pantau Ketersediaan dan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Idul Fitri

HUMASGOWA—–Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Gowa melakukan pemantauan ketersediaan dan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar dan supermarket di wilayah Kabupaten Gowa, Kamis (6/5).

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Gowa, Kamsina mengatakan hal ini dilakukan untuk memastikan stok dan harga kebutuhan pokok jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah tetap aman dan terkendali.

“Agar harga ini tidak terlalu naik, jangan sampai karena mau lebaran harga ini dinaikkan, ini yang tidak kita harapkandan tim ini keluar untuk memantau ketersediaan kebutuhan di Kabupaten Gowa aman,” kata Kamsina saat memberikan pengarahan kepada TPID Gowa.

Ia berharap jelang Hari Raya Idul Fitri ini tidak ada pedagang yang menaikkan harga. Selain itu, dirinya juga meminta kepada tim untuk mensosialisasikan protokol kesehatan untuk meminimalisir terjadinya penularan Covid-19.

“Kalau ada yang sengaja kasih naik, tentu ada sanksi yabg diberikan dan ini tentu tugas Disperindag. Kita berharap tidak ada pedagang yang seperti itu dan semuanya mengikuti aturan main yang ada,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Gowa, Andi Sura Suaib menyebutkan bahwa dari hasil pemantauan harga dan ketersediaan kebutuhan pokok di Gowa menjelang Idul Fitri ini masih terkendali dan aman.

Bahkan menurut Andi Sura ada kebutuhan pokok yang mengalami penurunan harga yang cukup signifikan yaitu cabe. Walaupun demikian kebutuhan yang mengalami kenaikan tapi masih batas wajar, yaitu ayam potong.

“Alhamdulillah untuk sembilan kebutuhan pokok masih terkendali, artinya kalau ada kenaikan dia pada posisi normal. Sementara cabai satu minggu ini mulai turun,” ujarnya.

Selain harga, ketersediaan kebutuhan pokok di Gowa juga dipastikan aman jelang bahkan hingga selesai lebaran Idul Fitri. Ketersediaan kebutuhan pokok ini dipastikan aman hingga 10 hari setelah Idul Fitri.

“Dari pemantauan kami di dua pasar yang menjadi sampel ini (Pasar Induk Minasa Maupa dan Pasar Sentral Sungguminasa) kebutuhan pokok sampai Idul Fitri Insya Allah aman,” tandasnya.

Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Gowa Selaku Ketua TPID Kabupaten Gowa, Akbar Muin menyebutkan pemantauan kali ini terdiri 3 tim yang melibatkan Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Keperasi dan UMKM, Dinas Peternakan, Dinas Perikanan, Satpol PP dan Kodim.

“Ada tim yang memantau di pasar Sungguminasa dan Pasar Bu’rung-Bu’rung Pattallassang dan ada satu tim yang memantau di supermarket untuk melihat-barang yang beredar apakan kadaluarsa atau tidak,” ujarnya.

Dirinya menambahkan TPID Kabupaten Gowa akan terus melakukan pemantauan terhadap stok dan harga kebutuhan pokok khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri ini.

“Kalau ada kenaikan harga, TPID akan turun lagi untuk mengkoordinasikan SKPD Teknis seandainya ada kenaikan harga di atas 20 persen karena ini tugas TPID,” ujarnya.

Turut hadir Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, perwakilan Dinas Peternakan, Dinas Perikanan, Satpol PP dan Kodim.(*)

Editor : Bahar Hardin