Pesantren Dilelang Kurator, Puluhan Santri di Gowa Terlantar

Rabu, 03 Maret 2021 12:47

MAKASSAR,REWAKO.ID – Puluhan santri yang ada di pondok Pesantren Al Ikram, di Gowa, saat ini terlantar dan tidak jelas kelangsungan pendidikan mereka.

Pasalnya sejak 2 hari lalu, pondok pesantren tersebut disegel oleh pemenang lelang setelah dijual oleh pihak kurator.

Pesantren yang berada di Desa Taeng, Kecamatan Palangga, Gowa ini dijual sebesar Rp4 miliar,sedang para santri langsung di usir pesantren tersebut. Pesantren ini dilelang pihak kurator karena dianggap dari bagian bisnis Abu Tour Group yang sudah dipailitkan.

Hanya saja langkah pengosongan pondok pesantren dan penjualan tersebut ditentang oleh pihak yayasan Al Ikram,yang menaungi pesantren tersebut.

Muh Amir Kadir pengacara sekaligus likuidator dari pihak yayasan menilai jika penjualan yang dilakukan oleh kurator melanggar UU dan menyalahi aturan yang ada.

“Yayasan ini bukan bagian bisnis dari abu tour, tapi yayasan kemanusiaan, sedang dalam dakwaan disebut sebagai bagian bisnis, ini yang akan kita gugat,” ujarnya Rabu (3/3/2021).

Amir menegaskan, jika yayasan tidak bisa diperjualbelikan, kecuali dibubarkan ada pergantian pengurus. Sehingga aset yang berupa lahan dan bangunan tetap menjadi milik yayasan,sampai yayasan tersebut dibubarkan.

Masalah lain juga,menurut Amir, belum terbayarkan gaji para guru dan pekerja sejak tahun 2019 yang nilainya mencapai ratusan juta.

“saya sudah berulangkali mengingatkan majelis hakim agar yayasan ini tidak dilelang karena bukan bagian bisnis dari abu tour,” ujarnya advokat anggota PERADI Makassar ini.

Karenanya pihaknya akan melakukan perlawanan hukum atas keputusan lelang tersebut. selain melakukan gugatan ke pengadilan, rencananya juga akan melaporkan kasus ini ke KPK.

Editor : Bahar Hardin

Penulis : Ahmad