PT Cimory Investasi Rp50 M, Pemkab Gowa Siapkan 100 Ha

Senin, 01 Maret 2021 16:07

GOWA,REWAKO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menyiapkan 100 hektare (Ha) lahan, di Kecamatan Tinggimoncong khusus untuk pembangunan Cisarua Mountain Dairy (Cimory).

Untuk lebih menarik perhatian wisatawan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyampaikan konsep dari Cimory yang digadang-gadang memiliki nilai investasi Rp50 miliar ini.

Adnan menjabarkan, konsep dari Cimory ini nantinya didalamnya akan ada industri pengolahan susu, ada Cafe dan Restoran juga menyuguhkan pemandangan puncak Malino yang indah.

“Kalau kita pernah ke Puncak Bogor, liat Cimory, ya seperti itulah yang akan kita buat di Gowa. Jadi ada Cafe dan Restonya, ada industri susunya, ada pengolahannya dan lain-lain,” tutur Adnan. Senin (1/2/2021).

Sementara itu, Farm Manejer PT Cimory, Dadang Suryana mengatakan, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini sebagai bentuk Support terhadap Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo yang hendak meningkatkan pariwisata di Malino, Kecamatan Tinghimoncong.

Selain itu kata Dadang, dengan hadirnya Cimory dapat meningkatkan konsumsi susu dan protein hewani yang ada di masyarakat Sulawesi Selatan.

“Kita mensupport dari Pak Menteri untuk meningkatkan pariwisata yang ada di Malino terutama dan mungkin tujuannya adalah untuk meningkatkan konsumsi susu Sulawesi Selatan. Kita juga akan bantu untuk meningkatkan protein hewani yang ada di masyarakat Sulawesi Selatan umumnya,” tutur Dadang.

Terkait luas lahan, Dadang membenarkan jika lahan yang disediakan pihak Pemda di Tinggimoncong sekitar 100 Hektare.

“Luas lahan ada sekitar 100 Hektare, nanti kami bersama dengan Dirjen Peternakan yang akan menentukan tekniknya seperti apa,”

Untuk Ground Breakingnya atau peletakan batu pertama, Pihak Cimory menargetkan Agustus sudah On the track.

“Semoga secepatnyalah nanti kita lihat. Kalau kata Pak Menteri tadi Agustus sudah on the track. Kita akan upayakan secepat mungkin teknisnya. Semoga tahun ini sudah pembangunan. Kita lihat saja bagaimana progresnya,” tutur Dadang.

Disamping itu, nilai investasi Rp50 Miliar kata Dadang sudah termasuk pembangunan Desa Wisata dan Pabrik pengolahan susu.

“Terkait anggaran, sekitar 50 Miliar. Untuk desa wisata dan pabriknya,” demikian Dadang.

Pihak Cimory juga menargetkan 10 Ton produksi susu tiap harinya. Namun, kembali lagi, Dadang mengatakan akan melakukannya secara bertahap.

“Minimal seperti itu untuk susunya. Untuk mendapatkan 10 ton kan tidak mudah. Kami akan upayakan bertahap lah,”pungkasnya.

Editor : Bahar Hardin

Penulis : Afrilian Cahaya Putri