Selama Pandemi, Begini Prosedur Besuk di Lapas Perempuan dan Narkotika Gowa

Selasa, 30 Maret 2021 18:17

GOWA,REWAKO.ID – Selama masa Pandemi Covid-19, aktivitas membesuk di Lapas Perempuan dan Lapas Narkotika kelas II Sungguminasa kini dibatasi.

Kepala Lapas Perempuan Sungguminasa, Eko Suprapti mengatakan, jika pihaknya tetap mempertemukan warga binaan dengan pihak keluarga, namun dibatasi oleh ruang kaca. Selain itu tetap patuhi protokol kesehatan dan mengenakan masker.

“Kami berusaha mempertemukan tetapi tidak tatap muka. Besukan diluar lewat kaca. Sudah satu tahun ini kita berlakukan karena itu mengikuti aturan dari kementerian. Jadi setiap pengunjung masih menggunakan masker, protokol kesehatan tetap dijalankan,” kata Eko Suprapti. Selasa (30/3)

Hingga saat ini kata Eko, tidak ada keluhan dari pihak warga binaan terkait kebijakan tersebut. Mereka juga diberikan fasilitas sambungan telepon seperti Wartel agar bisa menghubungi keluarga di rumah.

“Alhamdulillah hingga hari ini warga binaan tidak ada keluhan apa-apa karena kita beri mereka untuk menelpon ke keluarganya melalui sambungan Wartel. Jadi di dalam lapas ini ada wartel,” ujarnya.

Sementara itu, prosedur membesuk tahanan di Lapas Narkotika Kelas II Sungguminasa hampir sama dengan yang diberlakukan di Lapas Perempuan Sungguminasa.

Kepala Lapas Narkotika Kelas II Sungguminasa, Yusran Saad mengatakan jika pihaknya belum membuka akses untuk bertatap muka langsung.

“Karena ini juga termasuk kebijakan yang kita ikuti dari pimpinan kita di Pusat, bahwa apapun kebijakannya, saat ini berlaku diseluruh Indonesia sampai saat ini belum menerima kunjungan. Jadi kita masih membuka akses untuk keluarga yang mau memberikan besukan, makanan dan lain sebagainya itu bisa kita layani di jam-jam kerja kita. Kalau untuk besukan kami belum membuka akses itu,” ujar Yusran.

Sementara, untuk akses pengunjung yang membawa makanan bagi tahanan, pihak lapas memiliki prosedur tersendiri, dimana nantinya petugas lapas yang bertugas di depan akan terlebih dulu memeriksa makanan yang akan diberikan ke warga binaan.

“Jika kondisinya sudah steril, baru bisa diijinkan masuk untuk diperiksa lagi di X-ray. Barang bawaan diberikan label sesuai nama warga binaan yang dibesuk. Barangnya akan diantarkan oleh petugas Lapas ke warga binaan yang bersangkutan,”kata Yusran.(*)

Editor : Bahar Hardin

Penulis : Afrilian Cahaya Putri