Sosok Kadis Pariwisata Gowa, Andi Tenri Tahri: Dilema Jabatan dan Keluarga

Kamis, 22 April 2021 11:17

GOWA,REWAKO.ID – Lahir dari keluarga berdarah Seni membuat Kadis Pariwisata Gowa, Andi Tenri Tahri menjiwai kesenian sejak masih kanak-kanak. Dibesarkan oleh Nenek di kawasan Istana Balla Lompoa, Andi Tenri tumbuh menjadi gadis cilik yang lucu dan menggemaskan dengan rambut panjang terurai.

“Masa kecilku layaknya anak kecil pada umumnya, Ceria, riang, gembira, dengan rambut panjangnya yang kerap kali terurai membuat Andi Tenri Tahri jadi rebutan banyak orang, dipandang lucu dan menggemaskan,” kisah Andi Tenri saat berkesempatan berbincang dengan Rewako.id di ruang kerjanya. Rabu (21/4/2021).

Lahir di Rumah Sakit Ibu dan Anak Sentosa Makassar, Rabu 26 September 1978 merupakan anak pertama dari Andi Tahri dan
andi Enriawaty, sekaligus cucu pertama dari pihak Ayahnya.

Andi Tenri Mengisahkan, masa kecilnya yang identik dengan hal-hal berbau seni. Tenri Kecil memang selalu didorong menjadi pribadi yang bisa tampil dihadapan publik. Sebut saja melalui lomba fashion, menari, hingga menyanyi.

“Jadi kalau ada perlombaan menari, menyanyi, fashion selalu didorong untuk ikut hal-hal seperti itu. Dan dibentuk untuk tampil didepan publik,” katanya.

Menduduki bangku SMP, rupanya bakat Seni yang mengalir dalam diri Tenri semakin nampak. Dirinya mulai menekuni pelbagai kegiatan seperti lomba membaca puisi yang selalu menduduki juara pertama, kemudian lomba menyanyi dan juga sebagai Mayoret.

Beranjak dewasa, Andi Tenri sudah bisa mengambil setiap keputusan dalam hidupnya termasuk memilih pendidikan. Pasca lulus dari SMA Negeri 1 Sungguminasa pada tahun 1996, Andi Tenri memilih masuk di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin di tahun yang sama.

Namun, tidak berselang lama impiannya menjadi dokter harus sirna lantaran kedua orangtua Tenri menginginkan anak sulungnya tersebut masuk di Sekolah Tinggi Pemerintah Dalam Negeri (STPDN) yang notabene lulusannya pasti menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Akhirnya dengan berat hati meninggalkan 1 semester di kedokteran dan melangkah menuju STPDN,” tutur Andi Tenri.

Awal karir penyiar TVRI ini, pasca lulus menyandang status Purna Praja, Disinilah jenjang karir Andi Tenri Tahri dimulai.

Andi Tenri langsung ditempatkan di Kabupaten Gowa. Awalnya Tenri akan ditempatkan di Departemen Dalam Negeri, namun lagi-lagi terkendala restu orang tua. Sehingga dirinya pun dikembalikan ke Gowa dengan penempatan pertama kali di Kantor Kecamatan Somba Opu hanya dalam kurun waktu tiga bulan, Dirinya pun ditarik ke Sekretariat Pemkab bagian Umum.

“Awalnya saya mau ditempatkan di Departemen Dalam Negeri karena di STPDN rupanya Ekstra kurikulerku saya ambil jalur Protokoler. Disitu tertempa saya punya karakter vokal, seni membawakan acara. Namun lagi-lagi terkendala restu orang tua, akhirnya dikembalikan ke Gowa,” jelasnya.

Kantor Kelurahan Kalegowa pernah menjadi tempat persinggahannya sebelum akhirnya ditarik kembali ke bagian Humas dan Protokol pada 2009 oleh Ichsan Yasin Limpo selaku Bupati Gowa saat itu.

“Menurut Almarhum IYL lebih bagus jika saya ini tertempa di Kasubag Peliputan dan Pemberitaan. Kata dia Wawasanku akan lebih luas kalau saya berhubungan dengan media,” ujar Andi Tenri.

Tidak berangsur lama, dirinya pun di promosikan sebagai Kepala bidang destinasi Pariwisata tahun 2012 fi Dinas Pariwisata Kabupaten Gowa.

Kemudian di tahun 2015, Tenri kembali di promosikan oleh Ichsan Yasin Limpo untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Bagian Humas dan Protokol.

Kemudian roda kepemimpinan pun bergulir dengan digantikannya Ichsan Yasin Limpo Oleh Anaknya, Adnan Purichta IYL saya kemudian dimutasi kembali ke Bagian Umum mendampingi Bupati Adnan hingga awal 2020 lalu.

Hingga akhirnya dipromosikan kembali sebagai Kepala Dinas Pariwisata pada awal 2020 lalu hingga saat ini.

Menjadi satu diantara perempuan yang memegang peranan penting dalam sebuah instansi pemerintahan tentu bukan hal mudah. Untuk masuk di level ini kata Tenri sudah menjadi titik pencapaian tertinggi selama dirinya berkarir.

Meskipun dilingkup Kabupaten Jabatan sebagai Sekretaris Daerah adalah yang paling tinggi, namun Tenri nampaknya tak ingin takabur. Dirinya lebih menggantungkan semuanya kepada takdir Tuhan kemana langkah terakhirnya berpijak.

Ibu dari Qhaila Assyifa Ambar, dan Muhammad Rizki Ambar ini mengaku tidak menutup diri untuk lebih mengembangkan kemampuannya, berupaya membantu pimpinan untuk memback up jalannya roda pemerintahan.

Jika disuruh memilih antara menjadi ibu rumah tangga atau pimpinan sebuah instansi Tenri berada pada sldua pilihan tersulit. Secara pribadi Tenri ingin menyaksikan anak-anaknya tumbuh dan berkembang disampingnya.

Namun disisi lain, takdir membawanya menjadi seorang perempuan dengan beban besar dikedua pundaknya.

“Ini menjadi hal yang sulit, tapi secara pribadi saya mau lihat ketika anak-anakku tumbuh dan berkembang itu ada saya disampingnya. Kalau disuruh memilih begitu sebenarnya saya memilih untuk ada disampingnya mereka cuma karena takdir yang membawa kita tetap berada disini, maka saya coba maksimalkan dengan baik,” kata Tenri dengan mata yang berkaca-kaca.

Kendati demikian, skala prioritas tetap pada keluarga, sebisa mungkin Tenri mengosongkan jadwal kantor di akhir pekan agar dapat berkumpul dan menemani kedua buah hatinya.

“Skala prioritas tetap keluarga, kalau misalkan pekerjaan kantor sudsh selesi saya harus kembali ke keluarga dan anak-anak. Makanya saya minta kepada jajaran di sini sebisa mungkin untuk tidak ada kegiatan di hari Sabtu-Minggu,” tuturnya.

Berada di puncak pencapaian sebagai Kepala Dinas tentu tidak lepas dari Support System Keluarga bahkan yang utama adalah Suami.

Memiliki suami yang sama-sama duduk di pemerintahan membuat Andi Tenri tidak begitu sulit mencari teman diskusi. Bahkan kata Andi Tenri, apapun permasalahannya, dimanapun dirinya dimutasi, Muh Ambar selaku suami tetap menjadi penyemangat terbesarnya.(*)

Editor : Bahar Hardin

Penulis : Afrilian Cahaya Putri