Adnan Harap Dana Hibah dari Kemendikbud Ristek jadi Solusi Masalah Pendidikan di Daerah

Selasa, 17 Mei 2022 19:04

JAKARTA,REWAKO.ID –  Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI)  berharap program dana hibah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) dapat menjadi solusi permasalahan pendirikan di daerah.

Jumlah anggaran program Kemitraan Pemerintah Daerah & Kampus Melalui Program Dana Hibah Kedaireka yang digelontorkan Kemdikbud Ristek melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) senilai Rp 1-2 triliun.

“Kualitas SDM menjadi hal yang sangat mendasar untuk kemajuan bangsa maupun daerah di masa yang akan datang,” katanya saat memberikan sambutan mewakili Ketua Umum APKASI, Sutan Riska Tuanku Kerajaan pada Sosialisasi Kemitraan Pemerintah Daerah dan Kampus Melalui Program Dana Hibah Kedaireka Rp 1-2 Triliun Tahun 2023 di Gedung D, Dirjen Dikti Kemendikbud Ristek, Jalan Jend. Sudirman Pintu Satu, Senayan Jakarta, Selasa (17/5).

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia sangat fundamental dalam menjaga masa depan bangsa dan pondasi kuat ditengah sengitnya persaingan regional dan global. Apalagi, sekarang ini, kita terus menghadapi dunia yang sangat dinamis, penuh resiko dan sangat kompetitif.

Olehnya itu, dirinya sangat mendukung penuh Kemitraan Pemerintah Daerah dan Kampus Melalui Program Dana Hibah Kedaireka Rp 1-2 Triliun Tahun 2023 ini.

Ia mengaku, sinergi dari semua elemen bangsa untuk membangun negeri sangat diperlukan. Salah satunya pada sinergi dengan perguruan tinggi yang memiliki banyak inovasi bagi daerah.

“Sebab itu kami sangat menyambut baik kerjasama Kemendikbud Ristek dengan APKASI. Ini sebagai upaya meningkatkan program-program yang ada di daerah agar lebih bermanfaat bagi masyarakat luas. Kita harus terus bersama-sama mendorong inovasi cipta reka dalam meningkatkan kreativitas perguruan tinggi dan peningkatan pengabdian masyarakatnya dengan memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat dan dunia kerja,” harapnya.

Adnan menambahkan APKASI adalah organisasi yang dibentuk, dirumuskan, dan dicita-citakan oleh semangat reformasi untuk menjadikan otonomi daerah sebagai suatu jawaban bagi peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

“Tugas dan fungsi APKASI adalah menjadi mitra kritis dan strategis pemerintah dalam menyusun kebijakan nasional, menjadi fasilitator dalam memperjuangkan kepentingan dan aspirasi daerah kepada pemerintah pusat serta bermitra dengan pemerintah dalam rangka diseminasi dan sosialisasi program yang dapat bermanfaat bagi daerah serta untuk kesejahteraan rakyat,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Prof. Tjitjik Sri Tjahjandarie, para pengurus APKASI dan para Bupati selaku Anggota APKASI yang antuasias dengan program kemitraan ini. (*)

Editor : Bahar Hardin