Memasuki Musim Hujan, Elevasi Bendungan Bili-bili Dikurangi

Minggu, 24 Oktober 2021 05:35

GOWA,REWAKO.ID – Sebagai sarana vital yang masuk dalam zona strategis, pengelolaan Bendungan Bili Bili tentu menggunakan manajemen khusus apalagi menjelang musim hujan.

Pihak Balai Besar Aliran Sungai Pompengan Jeneberang sementara lakukan intensitas aktif terhadap waduk ini, melalui Kepala BBWASPJ, Adenan Rasyid diketahui pihaknya intens melakukan koordinasi dengan beberapa pihak memasukia musim kemarau.

“Setiap saat kondisi cuaca terus dipantau sehingga komunikasi dengan pihak Badan Metereologi

Krimatologi dan Geofisika ( BMKG) dengan Pihak Balai rutin dilakukan”.urai Adenan Rasyid saat melakukan Monev di sejumlah titik banjir di Makassar.

Selain itu, laporan pemantauan kondisi waduk Bili Bili juga disampaikan ke Pemerintah Propinsi Sulsel, Pangdam VII dan Kapolda juga Bupati Gowa dan Walikota Makassar.

“Hal ini dilakukan sebagai bagian dari Komitmen kita untuk melakukan antisipasi dini terhadap bencana khususnya banjir”.tegasnya.

Ditambahkan, standar kapasitas volume air atau elevasi normal bendungan Bili-bili yaitu 99,50 mdpl dengan volume air 259 juta lebih meter kubik. Langkah antisipasi dini adalah kami menurunkan elevasi normal ke angka di sekitar 85-80 mdpl,”ujarnya.

Adenan Rasyid menguraikan pihaknya belum bisa maksimal mengatur pergerakan air yang mengalir sepanjang jalur sungai di Daerah Gowa — Makassar.

“Selain sungai Jeneberang, masih ada aliran sungai Jenelata yang memiliki kapasitas air
cukup besar namun belum bisa ditampung , kami yakin masalah ini akan teratasi ketika Bendungan Jenelata beroperasi,”katanya.

Langkah BBWASPJ ini menuai dukungan dari Azad Nanring Komunitas Pelangi Gowa. menurutnya, informasi ini menjadi sebuah potret akan meningkatnya kinerja BBWASPJ.

“Baik pepatah sediakan payung sebelum hujan mengingat dampak banjir terbilang sistemik sehingga langkah pihak Balai Pompengan Jeneberang perlu diapresiasi”.urai Azad Nanring.

Editor : Bahar Hardin

Penulis : Yos Rizal