Silaturahmi Rektor UNM: Menatap Masa Pengabdian di Sulbar dan Harapan ke Almamater

Kamis, 07 Maret 2024 10:20

MAKASSAR,REWAKO.ID – Suasana penuh keakraban menyelimuti setiap sudut ruangan, di kediaman rumah jabatan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Profesor Husain Syam (PHS),  di Jalan Andi Jemma Makassar, saat berlaturahmi, pada Rabu (6/3/2024).

Profesor Husain Syam merupakan Guru Besar di bidang teknologi pertanian, menyambut tamunya dengan hangat. Meskipun menjelang akhir masa jabatannya sebagai Rektor UNM, sikap dan keramahan beliau tidak berubah.

Dalam obrolan yang mengalir santai namun penuh makna, Profesor Husain Syam berbagi tentang rencananya setelah tidak lagi menjabat sebagai rektor. “Menjelang akhir masa jabatan saya pada bulan Mei, saya berencana untuk mengabdi di tempat atau komunitas lain,” ungkapnya. Pilihan beliau untuk berkontribusi lebih lanjut terletak pada komunitas di Sulawesi Barat, tempat asalnya.

Profesor Husain Syam, yang memiliki jiwa akademisi sekaligus politisi, menunjukkan kesiapannya untuk terjun dalam kontestasi Pilgub Sulbar yang akan berlangsung November mendatang. Keputusan ini diungkapkannya dalam diskusi bersama Dr. Asdar, seorang dosen komunikasi politik dari Unifa Makassar.

Meskipun masa jabatan sebagai Rektor UNM sudah hampir berakhir, dengan segala pencapaian dan prestasi yang telah diraih, Profesor Husain Syam merasa masih ada tugas yang perlu dilanjutkan. “Yang kurang dan belum dikerjakan dapat diteruskan oleh pengganti saya nanti,” ujarnya dengan penuh harap.

Di tengah keributan dan polemik yang muncul seputar tahap penyaringan pemilihan rektor periode 2024-2029, Profesor Husain Syam menegaskan bahwa ia menyerahkan sepenuhnya kepada panitia dan hasil temuan Inspektorat Jenderal di lapangan. Dengan nada bercanda namun serius, beliau menegaskan tidak ada kecurangan dalam proses tersebut.

Saat mengakhiri masa jabatannya, Profesor Husain Syam berharap semua komponen UNM dapat menjaga nama baik almamater dan tetap aktif berkiprah, baik di dalam maupun luar kampus. “Setiap komunitas dan pekerjaan memiliki ladang pengabdian masing-masing,” tutupnya, mengingatkan akan pentingnya pengabdian tanpa batas wilayah.(*)

Editor : Bang Har