2 Tahun Pasca Bencana di Gowa, Unhas dan BPBD Hidupkan Ekonomi Warga

Selasa, 19 Oktober 2021 07:57

GOWA, REWAKO.ID – Pasca bencana Banjir dan Tanah Longsor yang terjadi di tahun 2019 lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gowa bekerjasama dengan Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui program rehabilitas dan rekonstruksi pasca bencana.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gowa, Iksan Parawansa, program tersebut merupakan salah satu bentuk Program dari BPBD dalam pendampingan ekonomi dan juga infrastruktur.

“Ini adalah salah satu program rehabilitas dan rekonstruksi pasca bencana yang terjadi di 2019 kemarin. Ini adalah salah satu bentuk program dari BPBD, pendampingan ekonomi. Jadi ada pendampingan ekonomi, ada infrastruktur. Jadi di Gowa mendapat jatah bantuan itu,” terang Iksan. Senin (18/10/2021).

Lanjutnya, di Sulawesi Selatan ada tiga Kabupaten yang mendapatkan program pendampingan ini, diantaranya Gowa, Wajo, Soppeng, dan Jeneponto. Kesemuanya adalah daerah terdampak bencana yang cukup besar dalam kurun waktu 2 tahun ini.

Untuk di Gowa, ada dua wilayah terdampak bencana yang dijadikan sampel oleh Unhas dengan melakukan survei, yakni Kelurahan Samata Kecamatan Somba Opu mewakili dataran rendah, dan juga Desa Sapaya kecamatan Bungaya mewakili dataran tinggi.

Program yang dilakukan adalah dalam bidang pertanian. Pembentukan kembali kelompok tani pun dilakukan sebagai pemulihan pasca bencana.

“Bentuk-bentuk program ini yang cocok dilakukan adalah pertanian, jadi mengambil kelompok tani yang terdampak bencana kemarin di tahun 2019,” kata Iksan.

Tahun kedua penerapan program ini diharapkan akan terus berlanjut. Bantuan pun terus mengalir mulai dari bantuan peralatan tahap pertama dan kelengkapan-kelengkapannya.

Di tahun kedua ini juga Pusat Studi Kebencanaan Unhas juga membentuk UMKM dalam bentuk koperasi.

“Kemungkinan kegiatan ini akan berlanjut, karena kegiatan ini sudah masuk tahun kedua. Mulai dari bantuan peralatan tahap pertama dan kelengkapan-kelengkapannya. Kemudian membentuk kelompok, nah sekarang tahun pembuatan kelompoknya. Sekarang dibuatkan lagi masuk ke dalam UMKM, bentuk koperasi,” tambahnya.

Kedepan kata Iksan, Koperasi ini akan didaftarkan ke Kementerian Koperasi, guna mendapatkan lebih banyak bantuan dari pemerintah. Baik dalam bentuk permodalan sebagai penguatan UKM yang ada di daerah.

“Ini akan berlanjut karena ini sudah tahun ke dua, tahun ke depan itu mudah-mudahan sudah bantuan permodalan,” demikian Iksan.(*)

Editor : Bahar Hardin

Penulis : Afrilian Cahaya Putri