Begini Strategi Pemkab Gowa Antisipasi Krisis Pangan

Selasa, 26 Oktober 2021 12:32

GOWA,REWAKO.ID – Peningkatan Produksi menjadi kunci utama mengantisipasi krisis pangan yang sewaktu-waktu melanda wilayah Gowa. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Gowa, Nurliyah Djamir, pada Selasa (26/10/2021).

Nurliyah mengatakan, saat ini produktifitas lahan pertanian di Gowa sebanyak 6 Ton per hektar. Hal ini diharapkan, kedepan akan jauh lebih tinggi. Kenaikan 200 kilo per hektarnya saja sudah menjadi surplus bagi petani di Kabupaten Gowa.

“Itu yang kita harapkan, jadi yang tadinya produktifitasnya 6 ton per hektar tentu kita berharap bisa diatas 6 ton per hektar. Kenaikan 200 kilo saja dalam per hektarnya itu sudah surplus sekali buat petani,” kata Nurliyah.

Nurliyah juga mengatakan, langkah selanjutnya yang harus dilakukan pemerintah yakni perlu melakukan peningkatan indeks pertanaman sejak dini jika tidak ingin kewalahan saat krisis pangan melanda dunia apalagi Indonesia.

Dalam peningkatan indeks pertanaman jika yang tadinya hanya 2 kali pertanaman, diharapkan dengan adanya bantuan pompanisasi atau perbaikan irigasi dapat meningkatkan indeks pertanaman yang tadinya dalam setahun 2 kali tanam berharap bisa sampai 3 kali. Yang tadinya hanya 1 kali tanam kedepan diharapkan bisa naik menjadi 2x nanam dalam setahun.

“Jika berbicara terkait peningkatan produksi tentu kita mau mindset pertanian kita rubah, bagaimana peningkatan kapasitas petani. Tentu itu kita dibantu oleh penyuluh,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Tanaman Pangan menerapkan bincang sore, dimana kepala Dinas dan Beberapa kepala bidang akan turun langsung ke petani-petani untuk melihat apa saja kira-kira permasalahan yang ada di lapangan untuk peningkatan produksinya. Diharapkan dengan adanya pemupukan yang berimbang kemudian adanya pola tanam yang sesuai dengan yang disarankan, bisa meningkatkan produksi panen di Gowa.

Editor : Bahar Hardin

Penulis : Afrilian Cahaya Putri