PPKM di Gowa Kembali Level Tiga, Ini Kata Plt Kadisdik Terkait PTM

Selasa, 26 Oktober 2021 09:30

GOWA,REWAKO.ID – Pasca keluarnya Surat Edaran Gubernur Sulawesi Selatan terkait penetapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sulsel dan Gowa kembali memasuki level III, tentu menjadi pertanyaan apakah Pembelajaran Tatap Muka di Gowa akan tetap dibuka?

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Rieke Susanti mengatakan, pihaknya juga masih menunggu surat edaran Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan terkait perpanjangan PPKM di Gowa.

Hal ini tentu berdampak pada penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Gowa yang digadang-gadang akan dilakukan pada 1 November 2021 mendatang.

“Kita masih koordinasi ke Pak Bupati apakah PTM akan tetap dilakukan pada 1 November ini atau diundur kembali karena Gowa kembali masuk dalam PPKM level III,” kata Rieke. Senin (25/10/2021).

Dijelaskan Rieke, siswa yang mengikuti PTM adalah mereka yang telah dilakukan vaksinasi tahap satu dan juga tahap dua. Sementara, bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang belum di vaksinasi tidak diikutkan PTM.

“Karena juga ini siswa yang mengikuti PTM adalah mereka yang telah divaksin satu dan dua.
Yang tidak di vaksin lengkap itu tidak bisa mengikuti PTM karena kita jaga mereka jangan sampai imunnya belum kuat dan gampang tertular,” ujarnya.

Rieke menyebut, capaian vaksinasi untuk pertama pelajar tahap pertama sudah mencapai 50 persen. Sementara untuk vaksinasi tahap kedua baru mencapai 20 persen, dari 28.000 siswa SMP yang ada diĀ  Gowa.

Kalaupun nantinya PTM jadi dibuka kembali, maka sejumlah SOP pun diterapkan. Pihak Dinas Kesehatan pun kini gencar melakukan sosialisasi melalui sosial media dengan menunjukkan video penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) saat PTM diberlakukan. Dan tentu ini berlaku disetiap sekolah SMP yang ada di Kabupaten Gowa.

“Ada SOP yang diterapkan nantinya. Ada video SOP untuk tatap muka, mulai dari memperlihatkan aplikasi peduli lindungi yang dimiliki oleh para pelajar, cuci tangan sebelum memasuki kelas, memakai masker, dan juga membawa bekal sendiri dari rumah. Jika tidak memiliki HP, siswa minimal memperlihatkan kartu vaksin,” terang Rieke.(*)

Editor : Bahar Hardin