Tiga Desa di Pattallassang jadi Sentra Penghasil Singkong

Jumat, 22 Oktober 2021 18:02

GOWA, REWAKO.ID – Tiga desa di Kecamatan Patalassang menjadi sentra penghasil singkong terbaik di Gowa. Dengan memiliki lahan seluas 1.700 Hektare (Ha). Tiga desa tersebut yakni, Desa Panaikang, Paccellekang, dan di Je’nemadinging.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Gowa, Nurlyah Djamir mengatakan, perjasama petani dengan PT Mayora dimaksudkan agar adanya stabilitas/kepastian harga.

Dia mengatakan, ppara petani singkong di wilayah itupun menjalin Mitra kerja sama dengan PT Mayora Grup. Dengan adanya kepastian harga yang ditanamkan oleh PT Nutrindo Bogarasa Mayora Grup itu membuat petani bisa bernapas lega.

“Kenapa dikerjasamakan dengan Mayora supaya ada stabilitas/kepastian harga. Dengan adanya kepastian harga yang ditanamkan oleh PT Nutrindo Bogarasa Mayora Grup itu membuat tenang petani,” kata Nurlyah, Jumat (22/10/2021).

Nurliyah mengatakan, proses pola tanam pun sudah diatur petani, sehingga memang tidak ada panen secara serentak, yang ada adalah petani setiap hari menanam dan setiap hari panen, hal ini agar pendistribusian Singkong atau ubi kayu yang masuk juga di Bogasari itu stabil, dan secara bertahap distribusinya.

“Dengan dia sudah mengatur pola tanam, jadi tidak ada panen secara serentak, yang ada pada petani setiap hari menanam dan setiap hari panen, supaya yang masuk juga di Bogasari itu stabil, dan secara bertahap distribusinya,” jelasnya.

Dia mengatakan, Kecamatan Patalassang memiliki luas pertanaman singkong mencapai 1.700 hektar. Dengan 4 Varietas yang ditanam rata-rata 25-50 ton Ubi yang bisa dihasilkan per hektarnya.

“Singkong itu minimal 7 bulan masa pemeliharaannya,”katanya.

Di Kecamatan Patalassang, luas pertanaman Singkong mencapai 1.700 hektar. Dengan 4 Varietas yang ditanam. Rata-rata 25-50 ton ubi yang bisa dihasilkan per hektarnya,” tambahnya.

Sementara, pada Launching pengiriman ubi kayu dari Petani Kabupaten Gowa ke PT Nutrindo Bogarasa Mayora Grup pada Jumat 22 Oktober sebanyak 160 Ton. (*)

Editor : Bahar Hardin

Penulis : Afrilian Cahaya Putri