Tiga Kecamatan di Gowa Jadi Lokasi Pengabdian 159 Dosen PTS

Selasa, 26 Oktober 2021 11:31

GOWA,REWAKO.ID – Sebanyak 159 dosen yang tergabung Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Adpertisi) melakukan pengabdian masyarakat di tiga kecamatan di Gowa.

Tiga lokasi tersebut antara lain di Kecamatan Bontomarannu dengan sasaran 8 desa, kemudian Kecamatan Pallangga di 5 desa dan Kecamatan Pattallassang di 8 desa.

Penjabat Sekretaris Daerah Gowa Gowa, Kamsina mengaku, menyambut baik kehadiran para dosen swasta dari perguruan tinggi swasta se-Indonesia ini. Menurutnya, ini tentu akan sangat membantu Pemerintah dalam memajukan pembangunan di Gowa dalam sektor pendidikan.

Apalagi dalam teori pentahelix, Kamsina menyebutkan bahwa ada lima pilar pembangunan yang harus berkolaborasi. Lima pilar pembangunan tersebut yaitu pemerintah, masyarakat, swasta, akademisi dan media.

“Dosen sebagai akademisi merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan. Hal ini karena akademisi memiliki kompetensi di bidang ilmu pengetahuan. Tanpa ilmu pengetahuan pembangunan akan berjalan lambat dan tidak terarah,” katanya di sela-sela melepas ratusan dosen secara simbolik di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Senin (25/10/2021).

Lanjut Kamsina, berdasarkan hal tersebut maka akademisi harus diberi ruang dalam pembangunan. Olehnya itu, Pemerintah Kabupaten Gowa membuka ruang yang luas bagi akademisi untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

Khusus di masa pandemi Covid-19 yang berdampak pada sektor kesehatan dan perekonomian. Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan yang berimbas pada pendapatan. Olehnya itu dirinya juga berharap dukungan dari para akademisi agar kehidupan masyarakat bisa kembali pulih.

“Olehnya itu saya berharap melalui kegiatan ini bapak ibu dosen bisa melihat potensi di Kabupaten Gowa yang bisa dikembangkan di masa yang akan datang,” harapnya.

Koordinator Ketua Presidium MPP ADPERTISI, Buyung Romadhoni menyampaikan terima kasih kepada atas dukungan dari pemerintah daerah.

“Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah bagi seorang dosen karena menjadi tri darma perguruan tinggi,” ujarnya.

Selain itu, selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat. Dirinya menilai bahwa pengetahuan yang dimiliki seorang dosen bukan hanya untuk mahasiswa di kampus tetapi juga untuk masyarakat

“Cukup banyak manfaat yang kita raih dalam rangka pengabdian kepada masyarakat. Tentu yang pertama adalah silaturahmi dan kalau kita berbagi ilmu kepada masyarakat maka tentu akan makin banyak ilmu yang akan kita dapat, inilah esensi kita melakukan pengabdian kepada masyarakat,” terangnya.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti 149 dosen dari 48 perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia. (*)

Editor : Bahar Hardin