Pemuda Indonesia Buat Teknologi untuk Prediksi Persebaran Api Kebakaran Hutan

Kamis, 14 Oktober 2021 18:14

JAKARTA,REWAKO.ID – Kebakaran hutan besar yang melanda banyak negara, termasuk Australia, belum lama ini, mendorong para mahasiswa dan profesional muda dari seluruh dunia untuk mencari jalan keluar.

Salah seorang diantaranya adalah Tjia Johan Setiawan, 24, yang berprofesi sebagai System Analyst di sebuah perusahaan manufaktur di Jakarta.

Ia mempelajari data satelit NASA dan gambar dari infra merah kebakaran hutan Australia untuk memprediksi persebaran api. Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Mesin ini menawarkan teknologi dengan pendekatan fenologi bahan bakar.

Kepada VOA, pria yang akrab disapa Johan ini menjelaskan.

“Selain menggunakan data api yang ada di lapangan, saya lihat kira-kira pohon-pohon atau semak yang terbakar sebagai bahan bakar kebakaran itu berapa banyak? Sehingga saya bisa prediksi persebarannya seperti apa bentuknya,” ujarnya.

Berkat solusinya yang inovatif, Johan menjadi juara pertama kompetisi ‘2021 Better Working World Data Challenge’ yang diadakan perusahaan global EY pada Maret-Juni. Kontes internasional itu diikuti lebih dari 8.700 peserta dari 115 negara dan 1.100 universitas, kata EY dalam siaran pers.

Johan mengalahkan finalis dari Singapura, Hungaria, Amerika, Ghana dan Indonesia dalam kategori ‘Memprediksi Persebaran Api.’ Ia mengaku kemenangannya sangat mengejutkan.

“Karena tidak menyangka saya yang baru belajar, background-nya juga… ya mungkin ada sedikit background yang bisa bantu saya, tapi saya tidak murni dari IT dan sains data, sehingga saya tidak bereskpektasi bisa menang awalnya,” kata mantan anggota tim robotik ITB ini.

Johan menolak mengungkap hadiah yang diterimanya, tetapi EY telah mengumumkan bahwa pemenang lomba ini berhak mendapat $10.000 atau lebih dari Rp140 juta.

Akan Diuji Coba di Australia

Wakil Kepala Otorita Kebakaran di Victoria, Australia, Alen Slijepsevic, memuji gagasan Johan.

“Ini bisa membuat perubahan besar dan kita bisa dengan cepat memprediksi kebakaran, menyesuaikan strategi dan memberi imbauan kepada masyarakat agar mereka lebih aman,” ujarnya dalam acara pengumuman pemenang yang diadakan secara virtual pada Juli.

Di Australia, kebakaran hutan hebat menewaskan sedikitnya 34 orang, menghanguskan lahan seluas 186.000 kilometer persegi, dan menghancurkan lebih dari 3.000 rumah sepanjang 2019-2020.

Editor : Bahar Hardin