Usai Teken MoU PT Royal Medicalink, Bupati Ingin Peletakan Batu Pertama Januari 2021

Senin, 29 November 2021 18:33

GOWA,REWAKO.ID – Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan berharap, Januari 2021 mendatang sudah melakukan peletakan batu pertama pembangunan lahan pertanian dan perikanan bahan baku produksi obat oleh PT Royal Medicalink Pharmalab.

Harapan ini disampaikan Adnan Purichta sebagai bentuk tindak lanjut penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama penyediaan bahan baku produksi obat antara Perusda Holding Company Gowa Mandiri dan PT Royal Medicalink Pharmalab di Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu, Gowa, Senin (29/11/2021).

“Saya berharap bulan Desember ini sudah selesai, dan mudah-mudahan bulan Januari saya sudah mau melakukan peletakan batu pertama ini, sudah bisa kira-kira yah? di lahan pertanian terpadu kita untuk mulai kita lakukan tindak lanjut dari kerjasama yang kita lakukan hari ini,” harap Adnan saat menyampaikan sambutan.

Dia juga berharap, penandatangan MoU ini segera ditindaklanjuti oleh tim teknis. Adnan menuturkan, pihaknya mendukung penuh kerjasama yang dilakukan itu.

“Terimakasih atas kerjasamanya semoga kedepannya kita bisa terus menindaklanjuti apa yang telah kita tandatangani hari ini dan saya berharap ditindaklanjuti oleh tim tekhnis, baik dari Pemda, dari PT Medicalink Pharmalab dan juga dari Perusda untuk menindaklanjutinya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Adnan juga menjelaskan bahwa Perusda Gowa nantinya akan menyiapkan bahan baku, sementara PT Royal Medicalink Pharmalab hanya menjadi Off Taker yang telah disiapkan Perusda

“Sehingga nanti PT. Royal Medicalink Pharmalab tinggal menjadi Off Taker saja, menjadi pembeli , nanti kita MoU nya, berapa yang bapak ambil setiap harinya dari ikan gabus, dari perikanan maupun dari pertanian,” tuturnya.

Sebanyak 200 Hektare lahan pertanian terpadu milik Pemkab Gowa akan diserahkan ke Perusda untuk dikelola. Dimana lahan tersebut nantinya akan menjadi tempat budidaya bahan baku yang butuhkan PT. Royal Medicalink Pharmalab.

Meski begitu, dia menuturkan gara lahan seluas 200 hektare itu tidak langsung dikerjasamakan secara keseluruhan. Akan tetapi dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan.

“Sehingga kita tau dari 200 Hektare lahan yang kita kerjasamakan ini, berapa dulu tahap awalnya, jangan langsung semua. Kalau langsung semua tidak menguntungkan bagi Perusda dan tidak akan ada pemasukan bagi Pemerintah Daerah. Berapa dulu yang dibutuhkan, itu dulu yang dibuat oleh Perusda,” ungkapnya.

Dikatakan Adnan, seiring berjalannya waktu jika permintaan obat dari PT. Royal Medicalink Pharmalab menigkat, maka otomatis produksi dan permintaan bahan baku juga akan meningkat.

“Semakin tinggi penjualan dari PT. Royal Medicalink Pharmalab, maka semakin tinggi juga bahan baku yang diperlukan daripada produksi yang diperlukan PT Royal Medicalink Pharmalab,” ujarnya.(*)

Editor : Bahar Hardin

Penulis : Afrilian Cahaya Putri